Dilansir dari AFP, Jumat (2/9/2016), Temer kini memiliki waktu yang singkat untuk menyelesaikan tugas-tugas yang belum diselesaikan presdien sebelumnya. Salah satu tugasnya yang terbesar adalah perbaikan ekonomi.
Pemakzulan Dilma dilakukan terkait tuduhan bahwa dirinya memanipulasi data keuangan untuk menutup-nutupi defisit anggaran menjelang pemilihan presiden, yang dimenangkannya kembali pada tahun 2014.
Dalam voting Senat Brasil yang dilakukan pada Rabu (31/8) waktu setempat, 61 orang senator setuju untuk memakzulkan Dilma dari kursi kepresidenan, melawan 20 orang senator yang menolak. Hasil tersebut memenuhi syarat untuk memakzulkan seorang presiden, yaitu 2/3 dari jumlah senator.
Rousseff berulang kali membantah keras tudingan itu. Dikatakannya, segala upaya untuk menggulingkannya merupakan "kudeta". Rousseff menjabat sebagai presiden pertama kali pada Januari 2011 dan memulai masa jabatan kedua pada 2015.
Sebelumnya Temer menjabat sebagai wakil presiden. Ia nantinya akan menjadi presiden hingga 1 Januari 2019. (yds/rjo)











































