Kabar kematian Karimov disampaikan sumber-sumber diplomatik seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (2/9/2016). Sebelumnya, surat kabar resmi Narodnoye Slovo memuat statamen pemerintah Uzbekistan yang menyatakan, Karimov dibawa ke rumah sakit karena stroke pada Sabtu, 27 Agustus lalu. Namun kondisinya menurun drastis dalam 24 jam terakhir dan kritis.
Sebelumnya pada Minggu, 28 Agustus lalu, pemerintah Uzbekistan merilis statemen yang menyatakan Karimov berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan. Pernyataan itu disampaikan untuk merespons kabar mengenai kematian Karimov saat itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karimov telah memimpin Uzbekistan sejak tahun 1990. Sesuai aturan di negeri itu, jika Karimov meninggal, maka kepala Senat Uzbekistan akan memimpin negeri itu selama tiga bulan, sebelum pemilihan umum digelar untuk memilih presiden baru.
(ita/ita)











































