Sejumlah gempa susulan melanda wilayah yang sama, dengan beberapa berkekuatan nyaris mencapai 6 SR. Warga setempat yang tinggal di tepi pantai, telah bergerak ke dataran yang lebih tinggi usai gempa melanda pada Jumat (2/9) pagi waktu setempat.
Namun selang tiga jam kemudian, seperti dilansir AFP, Jumat (2/9/2016), warga diimbau untuk kembali ke rumah masing-masing setelah tsunami setinggi 30 sentimeter terdeteksi di pantai timur negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Area-area yang ada di bawah 'ancaman pantai dan kelautan' diperkirakan dilanda arus kuat yang tidak biasa dan aliran air yang tidak bisa diprediksi di dekat pantai. Ini berarti ancaman bagi pantai, dermaga, muara dan aktivitas kapal kecil," imbuhnya.
Baca juga: Gempa 7,1 SR Guncang Selandia Baru, Berpotensi Tsunami
Meskipun gempa bumi yang melanda sangat kuat, petugas informasi Otoritas Pertahanan Sipil Pantai Timur, Sheridan Gundry, menuturkan kepada Radio New Zealand, dampaknya cenderung kecil.
"Kami belum mendengar laporan korban luka maupun kerusakan. Ada aliran listrik terputus di sejumlah lokasi, tapi dampak kerusakannya sejauh ini cukup ringan," tutur Gundry.
Peringatan tsunami diberlakukan untuk wilayah Pantai Timur dari North Island dan bagian utara dari South Island. Pusat gempa berada di lokasi berjarak 167 kilometer dari kota Gisborne, yang berpenduduk 45 ribu jiwa. Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat, gempa yang terjadi pada Jumat (2/9) sekitar pukul 04.37 waktu setempat itu, berpusat di kedalaman 30 kilometer dari permukaan laut.
Di Selandia Baru yang biasa diguncang gempa, otoritas setempat kerap menggelar latihan simulasi bagi warga yang tinggal di tepi pantai, soal tindakan yang tepat saat situasi darurat semacam ini terjadi.
(nvc/ita)










































