Dituturkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS, John Kirby, seperti dilansir AFP, Kamis (1/9/2016), jurnalis bernama Lindsey Snell itu ditahan sejak 6 Agustus lalu. Konsuler AS di Turki telah mengunjunginya pada 26 Agustus lalu, atau selang 3 minggu setelahnya.
Akun Twitter milik Snell mengidentifikasinya sebagai jurnalis video yang menetap di Istanbul, Turki yang telah banyak berkontribusi untuk beberapa jaringan media Barat, seperti MSNBC, Vice News dan ABC. Sedangkan melalui akun Facebook-nya, Snell menyebut dirinya berasal dari Daytona Beach, Florida dan lulus dari University of Florida tahun 2005 lalu. Snell seorang muslim dan mengenakan hijab dalam foto-fotonya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kicauan terakhirnya via Twitter tertanggal 5 Agustus lalu, ketika dia menceritakan dirinya yang disekap selama 10 hari oleh militan Al-Nusra Front, sebelum akhirnya berhasil lolos dengan bantuan 'pria pemberani yang membawa sepeda motor'.
Lalu pada tanggal yang sama via Facebook, Snell menyebut dirinya berhasil mendokumentasikan 'pengalamannya' berada dalam sekapan Al-Nusra Front dengan telepon genggamnya. "Kisah yang gila. Penjara di gua (penghuni sel saya sebelumnya menandai hari-harinya dengan darah di dinding), penjahat bertopeng, lolos dengan sepeda motor dan menyamar. Saya tidak sabar berbagi kisah detailnya," sebutnya.
Tidak disebutkan sama sekali soal kedatangannya ke Turki, usai lolos dari militan di Suriah. Namun Turki jelas menjadi tujuan pertama bagi mereka yang kabur dari Suriah.
"Dia (Snell) ditahan di Turki. Sepengetahuan saya, dia melakukan perjalanan ke Turki dari Suriah. Dia kini ada dalam penahanan di fasilitas penjara di Provinsi Hatay," terang juru bicara Deplu AS, John Kirby.
Baca juga: AS Terus Ingatkan Warganya Soal Ancaman Teroris di Turki
"Apa yang kami pahami adalah dia dijerat dakwaan melanggar zona militer, tapi saya tidak bisa berbicara banyak soal alasannya berada di Suriah dan pergi ke sana," imbuhnya.
Hatay merupakan provinsi di wilayah Turki bagian selatan, yang berbatasan dengan Aleppo. Tentara Turki dikerahkan ke area perbatasan sebagai upaya mengontrol aliran militan dan senjata ke Suriah yang dilanda konflik.
(nvc/ita)











































