Bom Bunuh Diri Guncang Kedubes China di Kyrgyzstan, 3 Orang Luka

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 30 Agu 2016 14:55 WIB
Foto: Xinhua/Chen Yao/via REUTERS
Bishkek - Ledakan bom bunuh diri mengguncang Kedutaan Besar China di Kyrgyzstan, bekas Uni Soviet. Pelaku mengemudikan sebuah mobil dan menabrakkannya ke gerbang Kedubes China. Pelaku tewas dalam ledakan itu dan melukai tiga orang lainnya.

Disampaikan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kyrgyzstan, seperti dilansir Reuters, Selasa (30/8/2016), sebuah mobil meledak di dalam kompleks Kedubes China di ibu kota Bishkek sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Sekitar gedung Kedubes China telah ditutup dengan garis polisi usai ledakan itu.

REUTERS/Vladimir Pirogov

Menurut sumber dari kepolisian Bishkek, seperti dilansir AFP, sebuah mobil merek Mitsubishi Delica menerjang gerbang kedutaan sebelum meledak di dalam kompleks, dekat kediaman Dubes China. Bahan peledak dipasang di dalam mobil itu.

Kementerian Kesehatan Kyrgyzstan menyebut, tiga orang luka-luka akibat ledakan itu dan satu orang lainnya yang diyakini sebagai pengemudi mobil itu, tewas. Ketiga korban luka merupakan dua warga Kyrzgyzstan yang merupakan staf Kedubes China dan seorang wanita yang tak disebut namanya. Ketiganya mengalami luka ringan.

REUTERS/Vladimir Pirogov

Wakil Perdana Menteri Kyrgyzstan, Janysh Razakov, menyebut ledakan itu sebagai 'aksi teroris'. Ledakan itu, menurut warga setempat kepada AFP, memecahkan kaca jendela rumah mereka dan memicu getaran seperti gempa.

Belum diketahui pelaku di balik ledakan ini. Kepolisian setempat dan dinas keamanan negara GKNB menyatakan masih menyelidiki lebih mendalam insiden ledakan itu.

REUTERS/Vladimir Pirogov

Otoritas di Kyrgyzstan yang merupakan negara mayoritas muslim dengan 6 juta penduduk, secara rutin menahan tersangka militan yang diyakini terkait kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS). ISIS sendiri disebut secara aktif merekrut anggota dari wilayah Asia Tengah.

Militan anti-China yang terdiri atas warga etnis Uighur, juga diketahui aktif di negara tersebut. Pada tahun 2014 lalu, penjaga perbatasan Kyrgyzstan menewaskan 11 orang yang diyakini sebagai anggota militan anti-China tersebut, yang masuk secara ilegal via perbatasan China-Kyrgyzstan.

(nvc/ita)