Disampaikan penasihat keamanan nasional Gedung Putih, Susan Rice, seperti dilansir Reuters, Selasa (30/8/2016), para pengungsi Suriah itu dijadwalkan tiba di AS pada Senin (29/8) sore waktu setempat. Gedung Putih sebelumnya telah berjanji akan menampung 10 ribu pengungsi Suriah selama tahun fiskal ini, yang akan berakhir pada September mendatang.
"Sementara penerimaan pengungsi baru sebagian kecil dari upaya kemanusiaan kami yang lebih luas di Suriah dan kawasan sekitarnya, presiden memahami dampak penting dari keputusan ini, tidak hanya untuk rakyat Suriah tapi juga untuk komunitas internasional yang lebih luas," terang Rice.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Hendak Lintasi Perbatasan, 11 Warga Suriah Ditembak Mati Tentara Turki
Trump menyatakan, jika dirinya terpilih menjadi Presiden AS, dia akan membujuk negara-negara Teluk untuk mendanai pendirian 'zona aman' bagi para pengungsi Suriah. Pendirian itu dimaksudkan agar para pengungsi Suriah tidak perlu dibawa ke AS.
Meskipun demikian, ada juga beberapa anggota parlemen Partai Demokrat yang berusaha memperketat proses pemeriksaan keamanan untuk pengungsi Suriah, yang akan masuk ke AS.
Perang sipil di Suriah memicu jutaan pengungsi yang berusaha menyelamatkan diri ke negara lain. Sejauh ini, AS hanya bersedia menampung lebih sedikit pengungsi dibandingkan kebanyakan sekutunya. Jerman menampung ratusan ribu pengungsi dan Kanada menampung nyaris 30 ribu pengungsi sejak November tahun lalu hingga 1 Mei tahun ini.
Pada tahun fiskal 2011, AS hanya menampung 29 pengungsi Suriah, kemudian tahun fiskal 2012 AS menampung 31 pengungsi, tahun fiskal 2013 AS menampung 36 pengungsi, tahun fiskal 2014 AS menampung 105 pengungsi, dan tahun fiskal 2015 AS menampung 1.682 pengungsi.
Baca juga: Pemberontak Suriah Penggal Bocah Palestina Usia 10 Tahun
Juru bicara Gedung Putih, Josh Earnest, menuturkan rencana otoritas AS untuk meningkatkan jumlah pengungsi yang ditampung pada tahun fiskal 2017 mendatang. Menteri Luar Negeri AS John Kerry akan membahas hal itu dengan parlemen, sebelum Presiden Obama mengakhiri masa jabatannya 20 Januari 2017 nanti.
(nvc/ita)










































