"Kejahatan terhadap kemanusiaan? Pertama-tama, saya ingin jujur dengan Anda: apakah mereka manusia? Apa definisi Anda tentang manusia?" kata Duterte di depan para tentara saat dirinya berkunjung ke sebuah kamp militer Filipina.
"Hak-hak asasi manusia? Gunakan sebagaimana mestinya dalam konteks yang tepat jika Anda punya otak," cetusnya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (29/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tak bisa melancarkan perang tanpa membunuh," ujar Duterte seraya menambahkan, banyak pemakai narkoba yang tak bisa lagi direhabilitasi.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ronald Dela Rosa menyerukan para pemakai narkoba untuk membunuh para pengedar narkoba dan membakar rumah mereka.
"Kenapa kalian tidak mendatangi mereka, menyiramkan bensin ke rumah mereka dan membakarnya untuk meluapkan kemarahan kalian," cetus Dela Rosa pada Jumat (26/8) lalu. Namun kemudian Dela Rosa menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya tersebut.
Akan tetapi, Duterte membela Dela Rosa. "Itu gaya saya. Dia menirunya," tutur Duterte.
Duterte pun mengejek PBB yang telah mengkritiknya. "Apakah mereka ingin saya dipenjara? Apakah orang-orang idiot itu berpikir saya akan ditangkap hidup-hidup. Ya Tuhan, kita akan bersama-sama di neraka," cetus pria berumur 71 tahun itu.
Duterte yang meraih kemenangan telak dalam pemilihan presiden Mei lalu, telah berjanji akan membunuh ratusan ribu tersangka pelaku kejahatan. Aparat kepolisian pun telah diperintahkan olehnya untuk menembak mati para tersangka yang melawan saat akan ditangkap. (ita/ita)











































