Ketiga jasad itu ditemukan setelah polisi terlibat baku tembak dengan para ekstremis di kota Narayanganj, sekitar 25 kilometer sebelah selatan Dhaka. Baku tembak tersebut berlangsung sekitar satu jam.
"Operasi berlangsung sejam. Kami bisa melihat tiga jasad. Mereka tidak menyerah. Mereka melemparkan empat-lima granat ke polisi dan menembak dengan senapan AK 22," ujar Kepala Kepolisian Nasional Bangladesh A.K.M Shahidul Hoque seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (27/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal senada disampaikan pejabat kepolisian lain, Sanwar Hossain.
"Tamim Chowdhury tewas. Dia dalang serangan di Gulshan dan pemimpin JMB (Jamayetul Mujahideen Bangladesh, sebuah kelompok militan Bangladesh)," tuturnya.
Chowdhury yang berkewarganegaraan Bangladesh-Kanada, sebelumnya ditetapkan oleh kepolisian sebagai dalang serangan ke kafe di Gulshan, kawasan kelas atas di ibukota Dhaka.
Pemerintah Bangladesh menyalahkan kelompok JMB atas aksi penyanderaan dan penembakan di kafe di Gulshan pada 1 Juli lalu, yang menewaskan 20 sandera dan dua polisi. Pada 2 Agustus lalu, kepolisian Bangladesh mengumumkan hadiah uang sebesar dua juta taka (US$ 25.000) untuk informasi yang mengarah ke penangkapan Chowdhury. (ita/ita)











































