Polisi Bangladesh Tembak Mati Dalang Penyerangan Kafe yang Tewaskan 22 Orang

Polisi Bangladesh Tembak Mati Dalang Penyerangan Kafe yang Tewaskan 22 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Sabtu, 27 Agu 2016 14:37 WIB
Foto: AFP
Dhaka, - Kepolisian Bangladesh menyerbu tempat persembunyian militan di pinggiran ibukota Dhaka hari Sabtu ini. Tiga militan tewas ditembak dalam penyerbuan tersebut, termasuk tersangka dalang penyerangan ke sebuah kafe yang menewaskan 22 orang, bulan lalu.

Ketiga jasad itu ditemukan setelah polisi terlibat baku tembak dengan para ekstremis di kota Narayanganj, sekitar 25 kilometer sebelah selatan Dhaka. Baku tembak tersebut berlangsung sekitar satu jam.

"Operasi berlangsung sejam. Kami bisa melihat tiga jasad. Mereka tidak menyerah. Mereka melemparkan empat-lima granat ke polisi dan menembak dengan senapan AK 22," ujar Kepala Kepolisian Nasional Bangladesh A.K.M Shahidul Hoque seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (27/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga ekstremis tewas. Di antara mereka, salah satu yang tewas terlihat mirip sekali dengan foto Tamim Chowdhury yang kami punya," imbuhnya.

Hal senada disampaikan pejabat kepolisian lain, Sanwar Hossain.

"Tamim Chowdhury tewas. Dia dalang serangan di Gulshan dan pemimpin JMB (Jamayetul Mujahideen Bangladesh, sebuah kelompok militan Bangladesh)," tuturnya.

Chowdhury yang berkewarganegaraan Bangladesh-Kanada, sebelumnya ditetapkan oleh kepolisian sebagai dalang serangan ke kafe di Gulshan, kawasan kelas atas di ibukota Dhaka.

Pemerintah Bangladesh menyalahkan kelompok JMB atas aksi penyanderaan dan penembakan di kafe di Gulshan pada 1 Juli lalu, yang menewaskan 20 sandera dan dua polisi. Pada 2 Agustus lalu, kepolisian Bangladesh mengumumkan hadiah uang sebesar dua juta taka (US$ 25.000) untuk informasi yang mengarah ke penangkapan Chowdhury. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads