"Enam belas orang, termasuk delapan mahasiswa, tewas dan 53 orang lainnya luka-luka," ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Waheed Majroh seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (26/8/2016). "Beberapa dari korban luka saat ini dalam kondisi kritis," imbuhnya.
Menurut Kementerian Dalam Negeri Afghan, para korban jiwa termasuk beberapa polisi, seorang petugas keamanan universitas dan seorang petugas keamanan SMK untuk tunanetra yang berada di dekat kampus American University of Afghanistan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ke universitas tersebut. Serangan ini berakhir hampir 10 jam setelah pasukan Afghanistan menewaskan dua militan yang melancarkan serangan.
Universitas tersebut dibuka sejak tahun 2006 dan memiliki lebih dari 1.700 mahasiswa. Kampus ini dipandang sebagai target kuat bagi militan lokal karena banyak warga asing di dalamnya. Sebelumnya pada 7 Agustus lalu, dua profesor asing dari AS dan Australia, diculik dari kendaraan mereka dan keberadaannya hingga kini belum diketahui. (ita/ita)











































