Seperti dilansir media Inggris, Daily Mail, Kamis (25/8/2016), bocah perempuan itu digendong oleh petugas keamanan, yang terus berteriak 'Dia masih hidup', sembari membawanya menjauh dari reruntuhan gedung yang roboh akibat gempa di kota Pescara del Tronto.
REUTERS/Remo Casilli |
Bocah ini ditemukan dalam posisi terbalik di dalam reruntuhan. Tayangan televisi hanya menunjukkan bagian kaki bocah ini yang tertutup debu tebal, saat petugas penyelamat berusaha keras mengeluarkannya dari puing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Korban Jiwa Akibat Gempa di Italia Bertambah Jadi 159 Orang
Petugas kemudian meminta bocah itu untuk menggerakkan tubuhnya guna menunjukkan dia masih hidup. "Ayo, Giulia, ayo Giulia. Hati-hati kepalamu," imbuh petugas lainnya memanggil nama bocah itu. Sorakan menggema saat bocah itu berhasil sepenuhnya dikeluarkan dari reruntuhan gempa.
Momen itu hanya momen singkat kebahagiaan di tengah bencana yang menewaskan 159 orang. Gempa 6,2 SR mengguncang wilayah tersebut pada Rabu (24/8) dini hari. Bocah 10 tahun itu terjebak selama 17 jam di reruntuhan gedung yang roboh. Luar biasa, karena dia tidak mengalami luka serius.
REUTERS/Adamo Di Loreto |
"Bocah perempuan berusia 10 tahun ini baru saja ditarik dari reruntuhan dan dia dibawa ke rumah sakit dan itu adalah kabar baik," ucap petugas pemadam kebakaran dari Ascoli Piceno, Danilo Dionisi, setelah operasi penyelamatan bocah itu.
Semalaman, petugas mengevakuasi lima jasad dari reruntuhan hotel di wilayah Amatrice. Salah satu korban tewas merupakan bocah laki-laki berusia 11 tahun, yang awalnya menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Baca juga: Menlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban akibat Gempa Italia
Dari 159 korban tewas, terdapat di antaranya dua bayi dan beberapa anak-anak. Sedangkan 100 orang lainnya diyakini masih terjebak reruntuhan bangunan. Gempa itu menghancurkan empat kota di kawasan pegunungan, yakni Amatrice, Accumoli, Arquata del Tronto dan Pescara del Tronto.
Vigili del Fuoco/Handout via REUTERS |
(nvc/ita)












































REUTERS/Remo Casilli
REUTERS/Adamo Di Loreto
Vigili del Fuoco/Handout via REUTERS