Irma Edloy mengalami luka-luka parah ketika dibawa ke rumah sakit pada 17 Agustus lalu. Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, wanita berumur 35 tahun itu meninggal pada 18 Agustus.
Sebelum menghembuskan napas terakhir, wanita Filipina itu ditanyai oleh seorang perawat soal siapa yang telah memperkosanya. Edloy pun menyebutkan majikannya sebagai pelaku. Saat ini, kepolisian Saudi masih menyelidiki apakah wanita itu memang diperkosa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah Filipina menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang perlu terkait aksi hukum terhadap pelaku.
"DFA (Departemen Urusan Luar Negeri Filipina) akan terus melakukan apapun yang diperlukan bagi Ibu Irma Edloy dan keluarganya, termasuk pemulangan jasadnya dan aksi hukum terhadap pelaku, khususnya jika laporan hukum mengindikasikan Bu Edloy meninggal karena luka-lukanya akibat perlakuan buruk," tutur Charles Jose, juru bicara DFA kepada media GMA News Online.
Ini merupakan kasus terbaru dari kasus-kasus serupa terhadap pekerja asing di Saudi. Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah Uganda melarang warganya bekerja sebagai PRT di Saudi. Larangan ini diberlakukan setelah media lokal melaporkan adanya beberapa warga Uganda di Saudi yang mengaku disiksa dan dipenjarakan. (ita/ita)











































