Wanita Filipina Meninggal Usai Diduga Diperkosa Majikan di Arab Saudi

Wanita Filipina Meninggal Usai Diduga Diperkosa Majikan di Arab Saudi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 25 Agu 2016 11:17 WIB
Wanita Filipina Meninggal Usai Diduga Diperkosa Majikan di Arab Saudi
Foto: Ilustrasi
Riyadh, - Kepolisian Arab Saudi tengah menyelidiki dugaan pemerkosaan seorang wanita asal Filipina yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Wanita itu meninggal dunia di rumah sakit setelah pemerkosaan yang diduga dialaminya. Sebelum meninggal, wanita itu sempat memberitahukan pelaku pemerkosaan, yakni majikannya.

Irma Edloy mengalami luka-luka parah ketika dibawa ke rumah sakit pada 17 Agustus lalu. Meski berbagai upaya medis telah dilakukan, wanita berumur 35 tahun itu meninggal pada 18 Agustus.

Sebelum menghembuskan napas terakhir, wanita Filipina itu ditanyai oleh seorang perawat soal siapa yang telah memperkosanya. Edloy pun menyebutkan majikannya sebagai pelaku. Saat ini, kepolisian Saudi masih menyelidiki apakah wanita itu memang diperkosa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut para perawat yang merawat korban seperti dilansir News.com.au, Kamis (25/8/2016), celana dalam wanita itu penuh dengan darah ketika pertama kali dia dibawa ke rumah sakit. Belum diketahui apakah kepolisian Saudi telah menahan majikan korban.

Pemerintah Filipina menyatakan akan mengambil langkah-langkah yang perlu terkait aksi hukum terhadap pelaku.

"DFA (Departemen Urusan Luar Negeri Filipina) akan terus melakukan apapun yang diperlukan bagi Ibu Irma Edloy dan keluarganya, termasuk pemulangan jasadnya dan aksi hukum terhadap pelaku, khususnya jika laporan hukum mengindikasikan Bu Edloy meninggal karena luka-lukanya akibat perlakuan buruk," tutur Charles Jose, juru bicara DFA kepada media GMA News Online.

Ini merupakan kasus terbaru dari kasus-kasus serupa terhadap pekerja asing di Saudi. Sebelumnya pada Januari lalu, pemerintah Uganda melarang warganya bekerja sebagai PRT di Saudi. Larangan ini diberlakukan setelah media lokal melaporkan adanya beberapa warga Uganda di Saudi yang mengaku disiksa dan dipenjarakan. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads