Kepala Kepolisian Kabul Abdul Rahman Rahimi mengatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (25/8/2016), 12 orang tewas dalam serangan itu, termasuk 7 mahasiswa, tiga polisi dan dua petugas keamanan. Dikatakan Rahimi, sekitar 700 mahasiswa telah diselamatkan.
Menurut Fraidoon Obaidi, Kepala Departemen Penyelidikan Kejahatan Kepolisian Kabul, 44 orang terluka dalam insiden itu, termasuk 35 mahasiswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan di kampus American University of Afghanistan tersebut dimulai pada Rabu (24/8) malam waktu setempat dengan ledakan besar yang diikuti dengan aksi penembakan. Serangan terjadi ketika universitas swasta ini tengah dipenuhi mahasiswa. Kebanyakan dari mahasiswa di kampus ini merupakan pekerja profesional sehingga mereka mengambil kuliah malam.
Universitas tersebut dibuka sejak tahun 2006 dan memiliki lebih dari 1.700 mahasiswa. Kampus ini dipandang sebagai target kuat bagi militan lokal karena banyak warga asing di dalamnya. Sebelumnya pada 7 Agustus lalu, dua profesor asing dari AS dan Australia, diculik dari kendaraan mereka dan keberadaannya hingga kini belum diketahui.
(ita/ita)











































