Analisa Gempa di Italia yang Menewaskan 159 Orang: Mirip Gempa Bantul

Analisa Gempa di Italia yang Menewaskan 159 Orang: Mirip Gempa Bantul

Salmah Muslimah - detikNews
Kamis, 25 Agu 2016 10:05 WIB
Analisa Gempa di Italia yang Menewaskan 159 Orang: Mirip Gempa Bantul
Foto: Reuters
Jakarta - Gempa terjadi Italia dan dirasakan di Kota Amatrice, Accumoli, Cornelle, San Giorgio, Saletta, serta Roccasali. Gempa di wilayah tengah ini merupakan gempa tektonik dangkal dengan kekuatan 6,2 magnitude. 159 Orang tewas dan bangunan bersejarah banyak yang rusak akibat gempa ini.

"Gempa bumi Italia Tengah terjadi akibat aktivitas sesar aktif di daratan. Secara tektonik bagian tengah dari zona Apennines dicirikan dengan bekerjanya gaya tarikan tektonik ekstensional yang menyebabkan terbentuknya sesar-sesar aktif di daratan. Sesar aktif ini kebanyakan berupa sesar turun (normal fault) yang berarah baratlaut-tenggara. Kondisi tektonik semacam ini yang menjadi penyebab di wilayah Italia sangat rawan terjadi bencana gempabumi dengan pusat di daratan," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gempabuni dan Tsunami BMKG Daryono saat dimintai tanggapan, Kamis (25/8/2016).

Menurut dia, catatan sejarah gempa bumi menunjukkan bahwa Italia sudah sering terjadi gempabumi mematikan yang menelan puluhan ribu korban jiwa. Sebagai contoh beberapa gempa bumi mematikan di Italia diantaranya adalah gempa bumi Naples 1626 (70.000 orang tewas), gempa bumi Sicily dan Malta 1693 (60.000 orang tewas), gempa bumi Calabria 1783 (70.000 orang tewas), gempa bumi Messina 1908 (200.000 orang tewas).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Terkait dengan gempa merusak di Italia ini, banyak pertanyaan warga dilontarkan kepada BMKG. Apakah gempa yang terjadi berdampak terhadap kondisi tektonik di indonesia? Gempa Italia tidak akan berdampak kepada zona tektonik Indonesia. Hal ini disebabkan karena disamping jaraknya yang sangat jauh juga tidak ada kaitan seismogemik secara langsung antara Italia dan Indonesia," sambung Daryono.

"Gempa italia yang terjadi sebenarnya hanyalah gempa tektonik dangkal dengan kekuatan yang sebenarnya relatif kecil hanya M=6,2 akibat aktifitas sesar aktif. Peristiwa gempa Italia ini mirip seperti gempa Bantul Yogyakarta 2006 (M=6,4). Dampak gempa memang merusak tetapi tetapi sifatnya lokal. Kebetulan sesar aktif yang memicu gempa ini melintas dekat kota-kota dengan pemukiman padat. Ini yang menjadi faktor utama mengapa gempa Italia menelan korban jiwa cukup besar," tutup dia.



(dra/dra)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads