"Gempa bumi Italia Tengah terjadi akibat aktivitas sesar aktif di daratan. Secara tektonik bagian tengah dari zona Apennines dicirikan dengan bekerjanya gaya tarikan tektonik ekstensional yang menyebabkan terbentuknya sesar-sesar aktif di daratan. Sesar aktif ini kebanyakan berupa sesar turun (normal fault) yang berarah baratlaut-tenggara. Kondisi tektonik semacam ini yang menjadi penyebab di wilayah Italia sangat rawan terjadi bencana gempabumi dengan pusat di daratan," jelas Kepala Bidang Mitigasi Gempabuni dan Tsunami BMKG Daryono saat dimintai tanggapan, Kamis (25/8/2016).
Menurut dia, catatan sejarah gempa bumi menunjukkan bahwa Italia sudah sering terjadi gempabumi mematikan yang menelan puluhan ribu korban jiwa. Sebagai contoh beberapa gempa bumi mematikan di Italia diantaranya adalah gempa bumi Naples 1626 (70.000 orang tewas), gempa bumi Sicily dan Malta 1693 (60.000 orang tewas), gempa bumi Calabria 1783 (70.000 orang tewas), gempa bumi Messina 1908 (200.000 orang tewas).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gempa italia yang terjadi sebenarnya hanyalah gempa tektonik dangkal dengan kekuatan yang sebenarnya relatif kecil hanya M=6,2 akibat aktifitas sesar aktif. Peristiwa gempa Italia ini mirip seperti gempa Bantul Yogyakarta 2006 (M=6,4). Dampak gempa memang merusak tetapi tetapi sifatnya lokal. Kebetulan sesar aktif yang memicu gempa ini melintas dekat kota-kota dengan pemukiman padat. Ini yang menjadi faktor utama mengapa gempa Italia menelan korban jiwa cukup besar," tutup dia.
(dra/dra)











































