Sambil menggali runtuhan bangunan bekas kamar tidur, mereka menggali dengan memanggil nama-nama yang mereka cari. Anjing penyelamat pun turut membantu mendengus dan mencakar puing-puing namun tak ada tanda-tanda kehidupan.
Pencarian ini terus dilakukan berulang-ulang usai kota ini porak-poranda setelah diguncang gempa berkekuatan 6,2 Skala Richter (SR). Data terbaru, gempa ini menewaskan sebanyak 159 orang dan tim penyelamat sudah dalam keadaan putus asa untuk mencari dan mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Upaya penyelamatan terus diupayakan sepanjang malam," kata Luigi D'Angelo, seorang pejabat Departemen Perlindungan Sipil Italia seperti dikutip dari CNN, Kamis (25/8/2016).
"Banyak kasus di masa lalu, terkadang setelah dua hari ada orang yang bisa diselamatkan hidup-hidup. Jadi kami ingin melanjutkan," lanjutnya.
Reporter Barbie Nadeau hampir cedera saat melakukan sesi Facebook live karena sebuah rumah di dekatnya runtuh. Peralatan berat kini mulai mencapai desa terpencil itu.
Banyak pemukiman hanya dapat diakses melalui jalan kecil. Hal itu jadi tantangan tersendiri bagi otoritas setempat untuk membawa mesin beratnya ke lokasi bencana.
Sementara itu Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengingatkan bahwa jumlah korban tewas masih akan terus meningkat. "Ini bukan akhir dari segalanya," imbuh Renzi.
Menteri Kesehatan Beatrice Lorenzin mengatakan ada banyak anak-anak di antara orang yang tewas. Sebanyak tiga biarawati dan empat tamu biara di Amatrice juga tewas akibat gempa.
(yds/bag)










































