Dilaporkan kantor berita al-Arabiya dan beberapa media lokal Saudi, seperti dilansir Reuters, Rabu (24/8/2016), pasukan keamanan Saudi menewaskan seorang pria yang mengenakan rompi peledak di tubuhnya. Seorang pria lainnya, dalam insiden yang sama, berhasil ditangkap.
Al-Arabiya menyatakan, kedua pria itu, baik yang tewas maupun yang ditangkap, bukan warga negara Saudi. Kementerian Dalam Negeri Saudi belum memberi keterangan resmi atas rencana serangan teror ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Surat kabar setempat, Asharq al-Awsat, melaporkan insiden yang sama namun menyebut pria kedua yang ditangkap, mengalami luka-luka dalam baku tembak dengan pasukan keamanan Saudi.
Dalam beberapa bulan terakhir, Arab Saudi dilanda serangkaian penembakan dan serangan bom di wilayahnya, yang sebagian besar diklaim oleh kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
ISIS sendiri memandang Saudi sebagai musuh dan tengah berupaya memicu perpecahan Sunni-Syiah di negara-negara Semenanjung Arab untuk mendestabiliasi dan melengserkan Kerajaan Saudi.
Baca juga: Pajang PRT di Mal, Perusahaan Rekrutmen di Arab Saudi Dikecam
Pada Juli lalu, sejumlah pengebom bunuh diri beraksi di tiga kota berbeda di Saudi dan menewaskan sedikitnya empat petugas keamanan. Serangan bom yang diyakini terkoordinasi itu, terjadi saat bulan Ramadan lalu.
(nvc/ita)










































