DetikNews
Selasa 23 Agustus 2016, 15:50 WIB

Jelajah Australia 2016

Indahnya Vivid Sydney, Festival Cahaya yang Menarik 52 Ribu Turis Indonesia

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Indahnya Vivid Sydney, Festival Cahaya yang Menarik 52 Ribu Turis Indonesia Foto: Vivid Sydney, festival cahaya yang mampu menarik 52 ribu turis Indonesia (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia 2016
Sydney - Musim dingin di Australia akan datang pada bulan Mei setiap tahunnya. Biasanya, saat musim dingin tiba, orang-orang akan malas untuk keluar rumah karena suhu udara yang menusuk tulang.

Namun berbeda dengan yang terjadi di Sydney. Jutaan orang justru mendatangi Sydney saat musim dingin tiba.

Sebabnya, pusat Kota Sydney akan bermandikan cahaya ketika musim dingin tiba. Sebuah festival bernama Vivid Sydney rutin digelar untuk memanjakan para wisatawan dan warga Sydney saat musim dingin tiba.

Vivid Sydney sudah 8 tahun berjalan. Vivid digelar di bulan Juni, saat musim dingin dimulai. Festival ini berjalan selama 33 hari nonstop.

Selama festival berlangsung, gedung-gedung di pusat Kota Sydney akan bermandikan cahaya. Lampu-lampu LED dipasang di gedung-gedung tinggi di kota tersibuk di Australia itu.

Vivid Sydney, festival cahaya yang mampu menarik 52 ribu turis Indonesia (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Sydney Opera House yang menjadi ikon Kota Sydney dijadikan sebagai salah satu tempat atraksi. Gedung berbentuk kapal layar itu dijadikan tempat untuk memainkan video mapping dari berbagai seniman handal.

Saat dilihat dari kejauhan, Opera House nampak seperti dilukis. Namun lukisan itu akan terus bergerak merangkai sebuah cerita. Sungguh sangat indah.

"Tahun ini kami mengangkat tema tentang aborigin. Beberapa video mapping akan menceritakan tentang kehidupan warga aborigin," kata CEO dan Executive Producer Vivid Sydney, Sandra Chipchase kepada detikcom dan 2 media lain yang difasilitasi Australia Plus ABC International.

Permainan video mapping cahaya di Vivid Sydney mengiasi Sydney Opera House (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Selain Sydney Opera House, Sydney Harbour Bridge yang berada di atas laut juga diterangi dengan lampu berwarna-warni. Jembatan yang juga menjadi salah satu ikon wisata di Sydney itu bersinar terang saat malam hari.

Kapal-kapal yang lalu-lalang di sekitar Sydney Harbour dan Sydney Opera House pun dihiasi lampu warna warni. Laut Sydney yang biasanya gelap saat malam seketika berubah menjadi penuh cahaya terang.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Gedung-gedung tinggi di sekitar pusat Kota Sydney juga dijadikan tempat untuk memainkan video mapping. Bahkan, di gedung yang masih berada di area Sydney Harbour, video mapping yang dimainkan bercerita tentang sejarah negara Australia.

Tak hanya itu, di sepanjang jalan akan ada seni instalasi bercahaya yang begitu menghibur mata pengunjung. Tak kurang dari 28 seniman instalasi cahaya turut ambil bagian dalam festival ini.

CEO dan Executive Producer Vivid Sydney, Sandra Chipchase (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Tahun ini ada 28 seniman dari berbagai negara yang meramaikan Vivid. Bila anda lihat di setiap sudut jalan, itu adalah seni instalasi hasil dari masing-masing seniman," jelas Sandra.

Royal Botanic Garden Sydney yang berada di depan Sydney Opera House juga tidak ketinggalan 'dirias'. Seni-seni instalasi cahaya dibangun di taman yang menjadikan taman kota itu terang benderang saat malam tiba.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Ratusan ribu orang tumpah ruah di sekitar Sydney Opera House setiap malamnya. Dari Sydney Harbour, pengunjung memang bisa menikmati sebagian besar Kota Sydney yang bermandikan cahaya.

Salah satu pengunjung, Stella, bersama 3 anaknya (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Setiap tahun kami rutin kemari. Musim dingin yang biasanya membuat kami malas keluar rumah, kali ini tidak. Kami bisa menikmati berbagai atraksi yang indah di malam hari," ujar seorang pengunjung, Stella yang membawa serta 3 anaknya.

Magnet Jutaan Wisatawan

Festival cahaya bernama Vivid sudah 8 kali digelar di kota tersibuk di Australia itu. Vivid kini bahkan menjadi agenda wisata yang menarik jutaan wisatawan untuk mendatangi Sydney.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Sejak digelar pada 2008, Vivid sudah dimasukkan dalam calender of event pemerintah Sydney. Hasilnya pun luar biasa, tak kurang dari 7 juta orang mengunjungi Sydney dalam 8 kali gelaran Vivid.

Tahun ini saja, ada lebih dari 2,7 juta orang datang ke Sydney untuk menikmati Vivid. Tujuan para wisatawan tentu saja hampir sama, yakni menikmati Kota Sydney yang bermandikan cahaya.

"Vivid selalu sukses menjadi magnet bagi wisatawan. Bila biasanya wisatawan akan datang saat musim panas, maka saat ini berbeda. Mereka justru datang di musim dingin karena Vivid," ujar CEO dan Executive Producer Vivid Sydney, Sandra Chipchase.

Vivid Sydney ternyata juga menarik para wisatawan dari Indonesia. Puluhan ribu wisawatan dari Indonesia mengunjungi Sydney saat Vivid berlangsung.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Sulit untuk menghitungnya, namun setidaknya ada 52 ribu wisatawan asal Indonesia yang datang ke sini," jelas Sandra.

Festival cahaya inipun mendatangkan begitu banyak keuntungan bagi Kota Sydney. Saat Vivid berlangsung, tingkat hunian hotel meningkat drastis. Para wisatawan harus memesan hotel jauh-jauh hari bila ingin kebagian kamar.

Para pengusaha di bidang jasa pariwisata juga tentu kebanjiran rezeki. Karena setiap malamnya, Kota Sydney akan dibanjiri ratusan ribu orang. Sydney Harbour dan area di sekitar Sydney Opera House menjadi pusat keramaian.
(Hbb/nwk)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia 2016
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed