DetikNews
Selasa 23 Agustus 2016, 13:50 WIB

Jelajah Australia 2016

Kepak Sayap Kebebasan Si Jambul Kuning di Australia

Ikhwanul Khabibi - detikNews
Kepak Sayap Kebebasan Si Jambul Kuning di Australia Foto: Kakatua jambul kuning hidup bebas dengan aman di Australia (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia 2016
Sydney - Masih ingat terbongkarnya kasus penyelundupan burung kakak tua jambul kuning di Surabaya beberapa waktu lalu? Kabar itu sempat menghebohkan para pecinta satwa di Indonesia melihat fakta kakak tua jambul kuning diselundupkan dengan cara dimasukkan dalam botol air mineral. Tak sedikit yang mati saat proses diselundupkan ke pasar gelap.

Banyak pihak bereaksi kala itu dan muncullah gerakan "Save Si Jambul Kuning". Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) kala itu bahkan sampai membuat program khusus untuk menyelamatkan populasi si jambul kuning yang hampir punah.

Kementerian LHK membuka posko untuk memberi kesempatan orang-orang yang selama ini memelihara si jambul kuning untuk rela mengembalikan burung kesayangannya. Puluhan burung dikembalikan para pemilik ke Kementerian LHK hingga akhirnya beberapa sudah dilepasliarkan ke alam liar, salah satunya di hutan Papua.

Namun, bagaimana nasib si jambul kuning di belahan dunia lain?

Salah satu negara yang ditinggali si jambul kuning adalah Australia. Di Australia bagian utara yang keadaan alamnya mirip dengan Indonesia bagian timur, ribuan kakak tua jambul kuning hidup bebas.

detikcom yang difasilitasi Australia Plus ABC International untuk mengelilingi Australia awalnya menemukan si jambul kuning secara tidak sengaja. Kala itu, detikcom tengah berada di Gove, Northern Territory, wilayah paling utara Australia yang berbatasan langsung dengan Laut Arafuru.

Suatu sore menjelang senja, di atas langit pantai Gove, ribuan burung beterbangan. Saat terbang, ribuan burung itu mengeluarkan suara yang sangat nyaring.

Beberapa burung sempat hinggap di pohon-pohon yang berada di sekitar pantai. Saat dilihat, ternyata burung itu adalah kakak tua jambul kuning.

Kakatua jambul kuning hidup bebas dengan aman di Australia (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Di Gove, mereka hidup di pedalaman hutan. Setiap pagi mereka pergi mencari makan dan akan kembali pada sore hari menjelang gelap.

Mereka mencari makan secara berkompok. Saat pulang, ribuan si jambul kuning menghiasi langit di pantai Gove dengan disertai nyanyian nyaringnya.

Beberapa waktu kemudian, detikcom berkunjung ke Canberra, Ibu Kota Australia. Di sepanjang jalanan kota Canberra berjejer pohon-pohon rindang, yang kala itu tengah menggugurkan daunnya karena musim dingin. Nah, di antara pohon-pohon di sepanjang jalan itu terlihat ratusan burung berwarna putih yang tengah asyik bermain-main. Ternyata burung itu adalah si jambul kuning yang sengaja dilepasliarkan pihak pemerintah.

Kakatua jambul kuning hidup bebas dengan aman di Australia (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema membenarkan bahwa si jambul kuning sengaja dilepasliarkan di Canberra. Bahkan, setiap pagi, menurut Nadjib, di halaman belakang rumahnya selalu disambangi kakak tua si jambul kuning yang tengah mencari makan.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


"Setiap pagi di halaman belakang itu selalu ramai didatangi burung, salah satunya ya kakak tua jambul kuning. Menjadi hiburan tersendiri setiap pagi melihat hal itu," kata Nadjib.

Tak hanya di jalan utama kota, kakak tua jambul kuning juga terlihat di kompleks perumahan elite di Canberra. Burung-burung cantik itu bebas bermain di halaman rumah warga tanpa ada yang menganggu.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Selain di Canberra, si jambul kuning juga bisa ditemukan di Sydney. Namun, di Sydney si jambul kuning tidak hidup liar di tengah jalanan kota yang ramai. Mereka hidup lepas di Royal Botanic Garden Sydney yang berada di pusat Kota Sydney.

Di kebun seluas kurang lebih 30 hektar itu, ratusan kakak tua jambul kuning hidup. Burung-burung itu tidak takut dengan kedatangan manusia. Bahkan mereka malah mendekat bila tahu ada yang membawa makanan, berupa biji-bijian.

(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)


Pengunjung pun sangat suka bermain dengan si jambul kuning. Nyanyian nyaring si jambul kuning selalu dinanti para pengunjung kebun.



(Hbb/nwk)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia 2016
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed