Menurut media-media Belgia seperti dilansir AFP, Selasa (23/8/2016), wanita bersenjata golok itu menyerang orang-orang yang turun dari sebuah bus di Uccle, pinggiran ibukota Brussels pada Senin, 22 Agustus waktu setempat.
Dalam insiden itu, dua korban mengalami luka-luka parah, sedang korban ketiga mengalami luka-luka ringan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sumber-sumber kepolisian Belgia mengatakan, wanita tersebut keturunan Asia dan memiliki sejarah penyakit jiwa. Kepolisian menyebutkan, insiden ini tidak terkait terorisme.
Belgia saat ini dalam kondisi siaga tinggi menyusul serangan bom yang terjadi di bandara dan stasiun kereta Brussels pada 22 Maret lalu. Sebanyak 32 orang tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam serangan tersebut.
(ita/ita)











































