"Mereka (pelaku bom bunuh diri) mengubah pernikahan kami menjadi pertumpahan darah," sebut sang mempelai wanita, Besna Akdogan, sesaat setelah keluar rumah sakit, seperti dilansir AFP, Senin (22/8/2016).
Baca juga: AS dan Sekjen PBB Kutuk Serangan Bom di Pesta Pernikahan di Turki
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemakaman untuk beberapa korban yang digelar awal pekan ini, diwarnai kemarahan warga. "Sungguh memalukan Erdogan," teriak warga sambil melemparkan botol air ke arah polisi yang mengawal mereka.
REUTERS/Osman Orsal |
Warga menanggap Erdogan tidak berbuat banyak untuk mencegah serangan bom itu, terlebih pernikahan itu digelar oleh warga Kurdi. Salah satu anggota parlemen dari Partai Pembangunan dan Kehakiman (AKP) yang menaungi Erdogan, dijadwalkan hadir dalam pemakaman itu, namun dibatalkan setelah kemarahan warga membesar.
"Saya kehilangan anak-anak saya, sekarang saya tidak akan pernah melihat mereka lagi," demikian ratapan seorang wanita yang anaknya menjadi korban.
Baca juga: Erdogan: Pelaku Serangan Bom di Pesta Pernikahan di Turki Berusia 12-14 Tahun
Dalam pernyataannya, Erdogan menyebut serangan itu melibatkan anak-anak berusia antara 12-14 tahun. Erdogan juga meyakini kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) sebagai dalang di balik serangan bom itu.
Menurut kantor jaksa setempat, bekas rompi peledak ditemukan di lokasi kejadian. Seorang fotografer AFP yang mendatangi langsung lokasi ledakan, menyebut ada beberapa potongan tubuh manusia yang masih belum dievakuasi. Puing-puing gedung bertebaran di sekitar lokasi.
Dampak bom bunuh diri di pesta pernikahan Turki (REUTERS/via Reuters TV) |
(nvc/ita)












































REUTERS/Osman Orsal
Dampak bom bunuh diri di pesta pernikahan Turki (REUTERS/via Reuters TV)