Parah! Pilot SriLankan Airlines Kedapatan Mabuk Saat Akan Terbang

Parah! Pilot SriLankan Airlines Kedapatan Mabuk Saat Akan Terbang

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 22 Agu 2016 11:51 WIB
Parah! Pilot SriLankan Airlines Kedapatan Mabuk Saat Akan Terbang
Ilustrasi (AFP Photo/Ishara S. Kodikara)
Berlin - Maskapai nasional Sri Lanka, SriLankan Airlines, menskorsing salah satu pilot pesawatnya yang ketahuan mabuk saat akan terbang. Pilot pesawat ini dijadwalkan menerbangkan pesawat dari Frankfurt, Jerman menuju Kolombo, Sri Lanka.

Seperti dilansir AFP, Senin (22/8/2016), terdapat sedikitnya 274 penumpang dan awak di dalam pesawat dengan nomor penerbangan UL554 pada Jumat (19/8) lalu. Dampak dari insiden ini, penerbangan itu mengalami penundaan sangat lama.

"Setelah menerima hasilnya (tes alkohol), SriLankan Airlines mengambil langkah segera untuk menghentikan tugas kapten pilot yang dimaksud dan mengambil langkah alternatif untuk mengoperasikan penerbangan lain ke Kolombo," demikian pernyataan maskapai SriLankan Airlines.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Heroin 6 Kg Ditemukan di Toilet Pesawat, 12 Staf Maskapai Pakistan Ditangkap

Dituturkan sumber maskapai yang enggan disebut namanya, penerbangan dengan nomor UL554 tertahan selama lebih dari 15 jam di Bandara Franksurt, sementara staf maskapai berjuang mencari pilot pengganti untuk pesawat jenis Airbus A330 tersebut.

Menurut sumber tersebut kepada AFP, insiden ini berawal ketika awak pesawat mencurigai pilot pesawat yang mabuk. Tes alkohol dengan memeriksa napas sang pilot pun dilakukan dan hasilnya menyatakan pilot itu berada di bawah pengaruh alkohol.

Usai insiden ini, pihak maskapai melakukan penyelidikan internal. Mereka juga menyatakan akan bekerja sama dengan otoritas Jerman, yang juga menyelidiki insiden ini.

Baca juga: Selang 27 Hari, Pesawat Militer India Bawa 29 Orang Masih Hilang Misterius

SriLankan Airlines yang mengalami kesulitan keuangan ini, berencana menghentikan rute penerbangan ke Frankfurt mulai Oktober mendatang. Penghentian itu merupakan bagian dari pemotongan sejumlah rute ke kawasan Eropa.

Maskapai ini juga berencana menyewakan beberapa pesawat A330 miliknya kepada maskapai lain, sebagai upaya menggalang dana. Mengalami kerugian hingga US$ 1 miliar, maskapai ini tengah mencari mitra asing untuk mengambil alih manajemennya.

(nvc/ita)


Berita Terkait