Disampaikan kepolisian Israel, seperti dilansir Reuters, Senin (22/8/2016), roket dari Gaza itu jatuh di area permukiman warga pada Minggu (21/8) waktu setempat. Namun tidak ada laporan korban luka maupun kerusakan di Sderot akibat roket ini.
Baca juga: Polisi Palestina Baku Tembak dengan Pria Bersenjata di Nablus, 4 Orang Tewas
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah serangan udara mengenai sedikitnya 30 lokasi berbeda di Jalur Gaza, yang dikuasai Hamas serta dihuni beberapa militan lainnya.
Menara air di Beit Hanoun, Gaza rusak akibat serangan udara Israel (REUTERS/Amir Cohen) |
Dalam pernyataannya, militer Israel menyatakan pesawat tempurnya menyerang sejumlah target di Jalur Gaza bagian utara. Ditambahkan dalam pernyataan itu, sedikitnya 14 serangan roket dari Gaza melanda Israel sejak awal tahun ini.
"Tetap berkomitmen pada stabilitas kawasan dan beroperasi demi membawa ketenangan bagi warga di Israel bagian selatan," tegas juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Peter Lerner.
Baca juga: Lebih dari 500 Anak Palestina di Yerusalem Telah Ditahan Israel Tahun 2016
"Ketika teroris di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, digerakkan oleh agenda radikal berdasarkan kebencian, menyerang orang-orang yang sedang dalam masa liburan musim panas, niat mereka jelas -- untuk memicu rasa sakit, menyebar ketakutan dan menteror," imbuhnya.
Secara terpisah, juru bicara Hamas, Sami Abu Zuhri, menuding aksi Israel ini semakin memperluas konflik. "Kami menyatakan Israel bertanggung jawab atas perluasan konflik di Jalur Gaza dan kami menekankan bahwa agresi mereka (Israel) tidak akan berhasil dalam mematahkan niat warga kami dan juga dalam memupuskan perlawanan," sebutnya.
(nvc/ita)












































Menara air di Beit Hanoun, Gaza rusak akibat serangan udara Israel (REUTERS/Amir Cohen)