Dilansir AFP, Senin (22/8/2016), Ban Ki-moon menyampaikan ucapan bela sungkawa yang terdalam kepada para korban.
"Sekretaris Jenderal mengungkapkan simpati dan ucapan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban juga pemerintah dan rakyat Turki. Dia juga berharap pemulihan cepat terhadap para korban luka," ujar pernyataan yang dikeluarkan kantor Ban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amerika Serikat menyebut perbuatan pelaku adalah tindakan yang keji. AS juga menawarkan diri kepada Turki untuk bantuan dalam memerangi terorisme.
"Amerika Serikat mengutuk keras serangan keji kemarin. Kami menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada teman-teman dan keluarga korban dan kami berharap pemulihan penuh dan cepat untuk banyak orang yang terluka," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Mark Toner.
"Kami berdiri dengan sekutu dan mitra kami, Turki, serta menegaskan kembali komitmen kami untuk mengalahkan ancaman terorisme," imbuhnya.
Sebagai bentuk pembuktian komitmen AS dalam memerangi terorisme di Turki, rencananya Wakil Presiden AS Joe Biden akan mengunjungi Ankara pada 24 Agustus 2016 mendatang.
"Kami menjalin hubungan erat dengan otoritas Turki, dan Wakil Presiden Biden akan mengunjungi Ankara pada Rabu 24 Agustus untuk menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama dengan Turki," tutur Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Ned Harga.
(rna/fdn)










































