"Otoritas telah menahan 17 tersangka di barak khusus 11th Army Circle di Bangkok, tapi kita telah melepaskan dua tersangka di antaranya," tutur penasihat hukum pemerintah junta militer Thailand, Kolonel Burin Tongprapai, kepada wartawan seperti dilansir AFP, Kamis (18/8/2016).
Tongprapai menambahkan, otoritas Thailand masih mengupayakan segala cara untuk bisa menahan kembali dua tersangka yang dibebaskan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas sedikitnya 11 ledakan bom, yang mengguncang berbagai wilayah Thailand pekan lalu. Ledakan yang terkoordinasi itu melanda lima provinsi dalam waktu nyaris berdekatan, dan tidak cocok dengan pola kekerasan yang biasa terjadi di Thailand selama dipimpin junta militer.
Para pengamat menyebut, kelompok militan lokal bisa saja bertanggung jawab atas rentetan ledakan itu. Namun menargetkan kawasan wisata yang jauh dari basis mereka, yakni di Thailand bagian selatan, justru akan memperbesar konflik di basis mereka sendiri.
Pengamat lain menyebut, pasukan anti-junta militer bisa saja mendalangi ledakan itu dengan tujuan mencemarkan pemerintah militer Thailand. Sebab, junta militer ingin meningkatkan reputasi dengan berupaya menjaga stabilitas di wilayah Thailand sejak merebut kekuasaan pada tahun 2014 lalu.
Baca juga: Polisi Thailand Temukan 5 Bom Berkaitan dengan Ledakan Pekan Lalu
Kota pantai Hua Hin menjadi wilayah terparah yang dilanda dua ledakan kembar atau total empat ledakan dalam hanya 24 jam. Ledakan kembar pertama mengguncang pada 11 Agustus malam dan ledakan kembar kedua terjadi pada 12 Agustus pagi. Ledakan di Hua Hin itu menewaskan dua orang dan melukai lebih dari 20 orang lainnya, termasuk beberapa turis asing.
Dua ledakan lainnya mengguncang kawasan wisata Pantai Patong di Phuket. Sedangkan lima ledakan terjadi di kawasan dekat Surat Thani, Tran dan Phang Nga, hingga menewaskan dua orang lainnya dan melukai beberapa orang.
Juru bicara kepolisian Thailand menyebut, total 10 turis asing mengalami luka-luka, termasuk dua warga Italia dan satu warga Austria. Sedangkan berdasarkan informasi sejumlah kedutaan asing di Bangkok, empat warga Belanda dan tiga warga Jerman juga menjadi korban luka.
(nvc/ita)










































