Menurut sumber-sumber keamanan seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/8/2016), sekitar 120 orang luka-luka dalam serangan bom itu. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah serangan bom mobil serupa, juga di wilayah Turki timur.
Kantor berita Turki, Dogan melaporkan, kelompok militan Kurdi terlarang, Kurdistan Workers Party (PKK) mendalangi serangan itu. Media tersebut mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Fikri Isik. Kelompok PKK tersebut telah kerap melakukan serangan-serangan terhadap kantor-kantor polisi di Turki beberapa bulan terakhir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PKK telah dinyatakan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah Turki, Amerika Serikat dan Uni Eropa. Kelompok tersebut telah melancarkan pemberontakan untuk menuntut otonomi wilayah Kurdi sejak tahun 1984.
Sebelumnya pada Senin, 15 Agustus lalu, empat polisi dan dua warga sipil tewas dalam serangan bom di sebuah kantor polisi di Turki tenggara.
Otoritas Turki telah melancarkan kampanye anti-PKK berskala besar di wilayah perbatasan selatannya sejak lebih dari setahun terakhir. Militer Turki juga gencar menggempur posisi-posisi PKK di wilayah Irak utara.
(ita/ita)











































