Hewan-hewan tersebut tengah berjalan menyeberangi rel kereta yang berada di kawasan hutan itu, ketika kecelakaan tragis itu terjadi di Cheddikulam, sekitar 260 kilometer sebelah utara ibukota Colombo.
"Salah satu anak gajah terseret sekitar 300 meter di sepanjang rel setelah ditabrak," ujar pejabat kepolisian setempat seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (17/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ada penumpang kereta yang terluka dalam tabrakan itu.
Di Sri Lanka, gajah dianggap sebagai binatang suci dan dilindungi secara hukum. Namun hampir 200 ekor gajah mati setiap tahunnya, kebanyakan oleh para petani yang membunuhnya saat hewan tersebut nyasar ke lahan pertanian mereka.
Menurut sensus terbaru, populasi gajah di Sri Lanka telah menurun hingga berjumlah lebih dari 7 ribu ekor saja, dibandingkan sekitar 12 ribu ekor pada tahun 1900 silam. (ita/ita)











































