Santosh Pol ditangkap di wilayah Maharashtra, pekan lalu, saat polisi menyelidiki hilangnya seorang warga yang ternyata menjadi salah satu korban dokter ini. Julukan 'dokter kematian' diberikan kepada Pol oleh media-media lokal.
"Pol telah mengakui pembunuhan sekitar enam orang, terdiri atas lima wanita dan satu pria. Kami telah menemukan empat mayat dari kediamannya di wilayah pinggiran dan satu mayat lainnya di luar kediamannya," terang Inspektur Polisi Padmakar Ghanvat kepada AFP, Selasa (16/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia terus mengubah keterangannya selama interogasi, yang mempersulit kami untuk memahami motifnya," imbuh Ghanvat.
Semua korban kekejian Pol dilaporkan hilang dari kota Wai, yang berjarak 230 kilometer sebelah Mumbai, dalam beberapa tahun terakhir. Namun hubungan antara korban dengan Pol masih belum diketahui pasti.
Tayangan televisi setempat menunjukkan polisi mengawal Pol yang dibawa ke kediamannya, sementara polisi lainnya mengoperasikan mesin penggali di halaman rumahnya. Operasi penggalian untuk mencari jasad korban ini ditonton warga setempat yang penasaran.
Baca juga: Lolos Kecelakaan Pesawat di Dubai, Pria India Dapat Lotre Rp 13 Miliar
Polisi juga menahan perawat yang diduga membantu Pol dalam melakukan aksi kejinya.
Korban terakhir Pol, yang berjenis kelamin perempuan, diduga dibunuh dengan suntikan overdosis setelah mengancam akan membongkar aksi pembunuhan Pol sebelumnya.
Tahun lalu, polisi India menangkap seorang dokter yang dituding hendak membakar jasad pasiennya yang tewas saat menjalani perawatan medis. Awal bulan ini, direktur salah satu rumah sakit di Mumbai beserta empat dokter lainnya ditangkap atas kecurigaan memperdagangkan organ tubuh manusia.
(nvc/ita)










































