Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qasemi menyebutkan, Saudi tak mengenal batas untuk membunuh anak-anak dan wanita Yaman.
"Rezim pendukung teroris dan penghasut perang Saudi tidak mengenal batas untuk membunuh anak-anak, wanita, yang luka-luka dan warga sipil," cetus Qasemi seperti dilansir media Press TV, Selasa (16/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski mengecam serangan Saudi itu, Qasemi menekankan bahwa sikap diam komunitas internasional atas penghancuran rumah sakit dan sekolah-sekolah di Yaman oleh pesawat-pesawat tempur Saudi dan koalisi, telah menyebabkan kekejaman Saudi yang tiada henti di Yaman.
Pemerintah Amerika Serikat juga mengecam serangan ke rumah sakit MSF tersebut. "Kami sangat prihatin akan laporan serangan ke rumah sakit di Yaman utara," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Elizabeth Trudeau. "Serangan-serangan terhadap fasilitas kemanusiaan, termasuk rumah sakit, sangatlah memprihatinkan," tegasnya.
Sejauh ini belum ada pernyataan apapun dari pemerintah Saudi menyusul serangan udara di Yaman tersebut. Saudi dan koalisi telah mulai melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman sejak Maret 2015 lalu. PBB menyatakan, lebih dari 6.400 orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak kampanye udara koalisi Saudi dimulai di Yaman.
(ita/ita)











































