Dalam pernyataan resminya, seperti dilansir Reuters, Senin (15/8/2016), Direktur Komunikasi dan Pemasaran Korporasi SMRT Corporation Ltd, Margaret Teo, menyatakan telah terjadi kebocoran gas Freon dalam rangkaian kereta bawah tanah tersebut.
"Pelepasan Freon ke terowongan bawah tanah mengurangi jarak pandang di beberapa bagian stasiun, ketika pintu peron terbuka untuk penumpang keluar dari kereta," terang Teo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ada Gangguan Teknis, Kepulan Asap Penuhi Stasiun MRT Singapura
Menurut seorang saksi mata bernama Jeremy Tan (25), asap pertama kali terlihat sekitar pukul 15.00 waktu setempat, dari dalam kereta yang memiliki rute akhir ke Joo Koon. Kepulan asap itu memenuhi gerbong kereta dan memaksa penumpang bergegas keluar.
Saksi mata lainnya, Jason Wang (38), menyebut asap muncul dari sela-sela antara peron dengan gerbong kereta.
Kemunculan asap pekat ini sempat memicu kekhawatiran warga atas serangan teroris. Sebabnya, beberapa waktu lalu, rencana serangan teror terhadap Marina Bay berhasil digagalkan, setelah enam terduga teroris ditangkap di Batam, Indonesia. Keenam terduga teroris itu diklaim berencana menyerang Singapura dengan roket.
Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Channel News Asia, Kepolisian Singapura menyatakan pihaknya masih menyelidiki insiden ini. Namun polisi menegaskan, tidak ada korban luka dalam insiden ini.
Rangkaian kereta yang mengalami kebocoran pendingin udara itu telah ditarik ke Depot Ulu Pandan, untuk diperiksa lebih lanjut.
(nvc/ita)










































