Militer Thailand Tahan Beberapa Orang Usai Rentetan Ledakan Bom

Militer Thailand Tahan Beberapa Orang Usai Rentetan Ledakan Bom

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 15 Agu 2016 14:04 WIB
Militer Thailand Tahan Beberapa Orang Usai Rentetan Ledakan Bom
Foto: Reuters
Bangkok, - Militer Thailand telah menangkap beberapa orang untuk diinterogasi terkait rentetan ledakan bom di sejumlah resor pantai terkenal di negeri itu. Empat orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka, termasuk para turis dalam serangkaian ledakan bom itu.

Juru bicara pemerintahan militer, Kolonel Winthai Suvaree mengatakan, beberapa orang telah ditahan di fasilitas-fasilitas militer, namun belum ada yang dikenai dakwaan.

"Sejak insiden pada 11 Agustus tersebut, militer telah menggunakan Pasal 44 untuk memanggil orang-orang yang dianggap negara bisa memberikan informasi," tutur Winthai seperti dikutip kantor berita Reuters, Senin (15/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aturan dalam Pasal 44 tersebut memberikan kekuatan mutlak bagi pemerintahan militer untuk mengambil setiap langkah yang diperlukan untuk melindungi perdamaian publik, dan menahan orang-orang hingga 7 hari tanpa surat perintah pengadilan.

"Mereka dikirimkan ke berbagai kamp militer," imbuh Winthai yang menolak menyebutkan berapa jumlah orang yang ditahan. Namun kelompok-kelompok HAM mengkhawatirkan jumlahnya bisa mencapai puluhan orang. "Belum ada yang didakwa sejauh ini," tandas Winthai.

Setidaknya ada delapan ledakan bom yang mengguncang empat lokasi berbeda di Thailand pada Kamis (11/8) malam dan Jumat (12/8) pagi waktu setempat. Empat ledakan bom mengguncang Hua Hin, 200 kilometer dari ibu kota Bangkok. Dua ledakan lainnya mengguncang Pantai Patong di Phuket pada Jumat (12/8). Kemudian masing-masing satu ledakan mengguncang wilayah Surat Thani dan Trang pada Kamis (11/8).

Selain menewaskan 4 orang, serangkaian ledakan itu juga melukai 21 orang termasuk 9 turis asing. Menurut staf rumah sakit setempat, warga asing yang menjadi korban luka berasal dari beberapa negara, seperti Jerman, Italia, Belanda dan Australia.

Sejauh ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas rentetan ledakan bom tersebut. Kepolisian Thailand telah menyatakan tak ada kaitan terorisme dengan serangan-serangan bom tersebut. Kepolisian Thailand juga menyatakan, pihaknya tidak menemukan bukti yang menunjukkan ledakan-ledakan itu terkoordinasi maupun terkait dengan kelompok pemberontak di Thailand selatan, yang ditinggali mayoritas warga muslim. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads