"Kami menerima 10 anak yang tewas dan 28 luka-luka, semuanya berumur di bawah 15 tahun, yang merupakan korban serangan-serangan udara ke sebuah pesantren di Haydan di provinsi Saada," ujar juru bicara organisasi kemanusiaan Doctors Without Borders (MSF), Malak Shaher, seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (15/8/2016).
Shaher mengatakan, MSF telah menerima anak-anak tersebut di sebuah rumah sakit darurat di dekat sekolah tersebut. Mereka kemudian telah dikirimkan ke rumah sakit publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, badan anak PBB, UNICEF mengkonfirmasi serangan itu. "UNICEF meminta semua pihak dalam konflik di Yaman agar menghormati dan mematuhi kewajiban mereka sesuai hukum internasional," demikian diingatkan UNICEF.
"Ini termasuk kewajiban untuk hanya menargetkan para petempur dan membatasi bahaya ke warga sipil dan infrastruktur sipil," imbuh UNICEF dalam statemennya.
Menurut laporan PBB, koalisi Arab Saudi bertanggung jawab atas 60 persen dari 785 kematian anak-anak dalam serangan udara di Yaman tahun lalu. Saudi dan koalisi telah mulai melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman sejak Maret 2015 lalu. PBB menyatakan, lebih dari 6.400 orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak kampanye udara koalisi Saudi dimulai di Yaman.
(ita/ita)











































