Seperti dilansir CNN, Jumat (12/8/2016), pesawat ini akhirnya dialihkan ke Rapid City, South Dakota dan mendarat darurat di sana. Disampaikan juru bicara maskapai JetBlue, Katherine McMillan, sedikitnya 22 penumpang dan dua awak pesawat dilarikan ke rumah sakit usai turbulensi ini.
Baca juga: Pesawat Penumpang Nyaris Ditabrak Drone di Bandara Inggris
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rasanya seperti mimpi, orang-orang terangkat dari sabuk pengaman dan kepalanya membentur atap kabin, sungguh menakutkan," tutur salah satu penumpang bernama Rhonda Renee.
Satu awak pesawat yang luka-luka harus dievakuasi keluar oleh petugas medis.
Baca juga: Mengejar Pesawat, Penumpang Ini Nekat Berlari di Apron Bandara Madrid
Diyakini faktor cuaca turut berperan dalam insiden turbulensi ini. "Ada batasan frontal yang bergerak di daratan, yang memicu cuaca buruk di wilayah yang dilalui, saat terjadi turbulensi," sebut pengamat cuaca CNN, Michael Guy.
Maskapai JetBlue telah mengirimkan pesawat pengganti ke Rapid City, untuk membawa para penumpang ke Sacaramento, tujuan sebenarnya.
(nvc/trw)











































