Thailand merupakan destinasi liburan populer bagi warga Jerman. Karenanya, Kementerian Luar Negeri Jerman pun mengimbau warganya untuk menunjukkan kehati-hatian ekstra di Thailand.
"Serangan-serangan berikutnya tak bisa dikesampingkan. Oleh karena itu Kementerian Luar Negeri mengingatkan untuk sangat berhati-hati. Orang-orang yang bepergian ke Thailand disarankan untuk menghindari tempat-tempat publik dan kerumunan orang, serta mengikuti media dengan seksama," demikian disampaikan Kementerian Luar Negeri Jerman dalam imbauan perjalanan yang dirilis hari ini seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (12/8/2016).
Kementerian juga mengkonfirmasi bahwa tiga warga Jerman terluka dalam serangkaian serangan bom di Thailand itu.
Setidaknya ada delapan ledakan bom yang mengguncang empat lokasi berbeda di Thailand pada Kamis (11/8) malam dan Jumat (12/8) pagi. Empat ledakan bom mengguncang Hua Hin, 200 kilometer dari ibu kota Bangkok. Dua ledakan lainnya mengguncang wilayah Phuket pada Jumat (12/8). Kemudian masing-masing satu ledakan mengguncang wilayah Surat Thani dan Trang pada Kamis (11/8).
Selain menewaskan 4 orang, ledakan-ledakan itu juga melukai 21 orang termasuk 9 turis asing. Menurut staf rumah sakit setempat, warga asing yang menjadi korban luka berasal dari beberapa negara, seperti Jerman, Italia, Belanda dan Australia.
Kepolisian Thailand meyakini ledakan-ledakan itu tidak terkait dengan kelompok militan internasional manapun.
"Terlalu dini untuk mengambil kesimpulan," ujar Wakil Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kolonel Polisi Krisana Pattanacharoen, kepada wartawan setempat.
"Tapi yang kami tahu pasti, insiden ini tidak terkait secara langsung dengan terorisme dalam bentuk apapun. Faktanya, ini merupakan sabotase lokal dan kami berusaha mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab di balik insiden ini," imbuhnya.
(ita/ita)











































