AS Sebut 45 Ribu Militan ISIS Tewas dalam Operasi Militer 2 Tahun Terakhir

AS Sebut 45 Ribu Militan ISIS Tewas dalam Operasi Militer 2 Tahun Terakhir

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 11 Agu 2016 19:01 WIB
AS Sebut 45 Ribu Militan ISIS Tewas dalam Operasi Militer 2 Tahun Terakhir
Ilustrasi (Rodi Said/REUTERS)
Washington - Operasi militer yang dipimpin Amerika Serikat (AS) melawan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di Irak dan Suria sudah berlangsung selama dua tahun. AS menyebut sekitar 45 ribu militan ISIS tewas dalam operasi itu.

"Kami memperkirakan bahwa lebih dari 11 bulan terakhir, kami telah menewaskan sekitar 25 ribu petempur musuh. Jika Anda tambahkan itu dengan 20 ribu petempur musuh yang tewas sebelumnya, berarti ada 46 ribu (petempur) musuh yang tewas di medan pertempuran," terang Letnan Jenderal Sean MacFarland, yang memimpin Komando Koalisi AS melawan ISIS, seperti dilansir AFP, Kamis (11/8/2016).

Baca juga: Targetkan ISIS, Serangan Udara Rusia Tewaskan 24 Warga Sipil di Suriah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MacFarland memperkirakan, kekuatan ISIS yang masih tersisa mencapai sekitar 15 ribu hingga 30 ribu petempur. Situasi itu, lanjut MacFarland, ditambah dengan berbagai kesulitan yang kini dihadapi militan ISIS di lapangan, usai berbagai gempuran koalisi AS juga militer Rusia.

"Jumlah anggota petempur di garis depan telah menyusut. Mereka menyusut tidak hanya dalam kuantitas, tapi juga dalam kualitas -- kami tidak melihat mereka beroperasi secara efektif seperti sebelumnya, yang membuat mereka menjadi target lebih mudah bagi kami," ucap MacFarland kepada Pentagon via videocall dari Baghdad.

Otoritas AS memperkirakan ISIS telah kehilangan 25 ribu kilometer persegi wilayahnya, yang sebelumnya dikuasai di Irak dan Suriah. Perkiraannya menyebut ISIS kehilangan sekitar 50 persen wilayahnya di Irak dan 20 persen di Suriah.

Baca juga: Gagalkan Rencana Teror, Polisi Kanada Tembak Mati Simpatisan ISIS

Operasi militer pimpinan AS melawan ISIS dimulai sekitar 2 tahun lalu, yang bertujuan menghentikan militan radikal itu menguasai lebih banyak wilayah di Irak dan Suriah. MacFarland meyakini Mosul di Irak dan Raqqa di Suriah akan dapat direbut kembali dari ISIS. Kedua wilayah itu diklaim sebagai 'ibukota' kekhalifahan ISIS.

MacFarland yang memimpin koalisi melawan ISIS selama setahun terakhir, menyatakan dirinya telah melihat kemajuan besar dalam pertempuran melawan militan radikal itu. "Anda tidak mendengar kata 'jalan buntu' lagi. Itu karena lebih dari setahun terakhir, bersama mitra kami, kami berhasil mencapai kemajuan," sebutnya.

"Kita sekarang berbicara tentang menjaga momentum operasi militer baik di Irak maupun Suriah. Dengan kata lain, kita lebih banyak berpikir soal apa yang akan kita lakukan terhadap musuh daripada berpikir soal apa yang akan musuh lakukan terhadap kita," tandas MacFarland.

(nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads