"Dengan sengaja berlari mendekat dan melakukan penikaman," terang Kopral Muhthil al-Salouli dari Kepolisian Saudi, dalam keterangannya seperti dilansir Press TV, Kamis (11/8/2016).
Insiden ini terjadi di kota Bisha yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer dari ibukota Riyadh pada Rabu (10/8). Tentara keamanan Saudi menangkap pelaku yang tidak disebut namanya ini, dan hanya disebut berusia sekitar 20 tahun. Otoritas Saudi kini tengah menginterogasi pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Motif penyerangan ini belum diketahui pasti. Namun otoritas setempat menduga serangan ini terkait dengan operasi militer Saudi di Yaman.
Kemarahan dan kebencian terhadap Saudi muncul di Yaman, seiring ribuan orang tewas dalam operasi militer Saudi dan sekutunya dalam 16 bulan terakhir. Operasi militer itu digelar untuk memberantas kelompok pemberontak Houthi, yang berupaya merebut kekuasaan dari pemerintah Yaman.
Pada Kamis (11/8), pesawat militer Saudi melancarkan serangkaian serangan udara di sejumlah wilayah Sanaa, ibukota Yaman. Belum ada laporan korban jiwa akibat serangan koalisi Saudi itu.
Baca juga: Serangan Udara Koalisi Arab Saudi Tewaskan 9 Warga Sipil di Yaman
Serangan-serangan udara itu dilakukan di tengah kekhawatiran internasional atas makin meluasnya konflik di Yaman. Perundingan damai antara perwakilan pemerintah Yaman dangan Houthi yang dimediasi PBB di Kuwait pada 6 Agustus lalu, berujung buntu dan ditangguhkan.
Sejak Maret 2015, militer Saudi melancarkan operasi militer di Yaman. Keterlibatan Saudi di Yaman bertujuan untuk mengembalikan pemerintahan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi, yang telah mengundurkan diri sebagai Presiden Yaman namun berniat merebut kekuasaan di Yaman.
(nvc/ita)











































