Seperti dilansir AFP, Kamis (11/8/2016), nenek bernama Mary Knowlton yang merupakan pensiunan pegawai perpustakaan setempat, meninggal dunia pada Selasa (9/8) usai insiden penembakan terjadi di Punta Gorda, pantai barat Florida.
Disampaikan kepolisian setempat, Knowlton merupakan salah satu dari 35 orang yang ikut serta dalam simulasi yang digelar selama 2 jam oleh Citizen Police Academy itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Knowlton menjadi salah satu dari dua orang yang dipilih secara acak, untuk ikut berperan dalam skenario saat polisi menggunakan kekuatan mematikan terhadap pelaku kejahatan. Salah satu polisi setempat berperan sebagai pelaku kejahatan.
Namun ternyata, pistol yang dipakai si polisi yang menjadi pelaku kejahatan, masih berisi peluru. Pistol itu meletus dan mengenai Knowlton. Nenek itu segera dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan.
"Saya tentu sangat hancur bagi orang-orang yang terlibat dalam peristiwa yang tidak bisa dibayangkan ini," ucap kepala kepolisian setempat, Tom Lewis, dalam konferensi pers.
Baca juga: Aksi Penembakan di AS Tewaskan 5 Orang Sekeluarga Termasuk 3 Anak
Lewis menyatakan, pistol yang digunakan polisi itu sudah pernah digunakan dalam simulasi lainnya dan diyakini hanya berisi peluru kosong. "Kami tidak menyadari keberadaan peluru sungguhan di pistol yang digunakan polisi saat itu," terangnya seperti dilansir Reuters.
Polisi yang terlibat insiden ini telah dijatuhi sanksi cuti administratif, sementara penyelidikan terhadap insiden ini masih berlangsung.
(nvc/ita)











































