Media milik Saudi, Al Arabiya melaporkan seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (10/8/2016), pemberontak Houthi telah menembakkan rudal-rudal balistik itu hari ini. Rudal-rudal itu berhasil dihalau oleh sistem antirudal Saudi.
Serangan rudal ini terjadi menyusul dimulainya kembali serangan-serangan udara yang dilancarkan koalisi militer yang dipimpin Saudi di Sanaa, ibukota Yaman yang dikuasai Houthi. Dalam serangan udara koalisi Saudi ke sebuah pabrik keripik kentang pada Selasa, 9 Agustus kemarin, 13 warga sipil Yaman dilaporkan tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koalisi Saudi mendukung pasukan Yaman yang setia pada pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang berupaya mengusir pemberontak Houthi dari Sanaa. Saudi dan negara-negara sekutunya di Teluk Arab mengintervensi perang saudara di Yaman sejak Maret 2015, yakni setelah serangan-serangan Houthi menyebabkan pemerintahan Presiden Hadi mengasingkan diri ke Saudi.
Koalisi Saudi telah melancarkan ribuan serangan udara terhadap Houthi dan sekutu-sekutu mereka di militer Yaman. Saudi dan koalisi sempat menghentikan serangan udara di Sanaa pada Maret lalu, setelah mencapai kesepakatan informal dengan Houthi untuk meredakan pertempuran di perbatasan Yaman-Saudi.
(ita/ita)











































