Disampaikan Kepolisian Metropolitan London, seperti dilansir Press TV, Rabu (10/8/2016), mantan pastur bernama Philip Temple telah mengaku bersalah atas dakwaan pencabulan terhadap 27 anak yang berada dalam pengasuhannya. Tindak pidana ini terjadi di London tahun 1970-an lalu.
Selain dakwaan pencabulan, Temple juga dijerat dua dakwaan memberikan sumpah palsu. Pria yang kini berusia 66 tahun ini, pernah bekerja di panti asuhan anak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Philip Temple (PressTV) |
"Dia kemudian berganti karier menjadi seorang pastur dan melayani di Christ the King Monastery di London bagian utara, di sana dia mencabuli dua bocah altar," terang Kepolisian Metropolitan London.
Dua bocah laki-laki yang menjadi korban Temple saat menjadi pastur telah melapor kepada pihak berwenang. Temple juga telah diadili sebanyak dua kali, namun dia mengaku tidak bersalah untuk kedua kasus itu.
"Temple dipekerjakan untuk mengasuh anak-anak yang rapuh, yang kepercayaannya telah dikhianati dengan menjadikan mereka korban pencabulan," tutur salah satu inspektur Kepolisian Metropolitan London.
Temple ditangkap polisi setempat pada 6 Juli 2015 lalu. Persidangan kasusnya masih berlanjut.
(nvc/ita)











































Philip Temple (PressTV)