Mantan Pastur di Inggris Mengaku Bersalah Atas Pencabulan 27 Anak

Mantan Pastur di Inggris Mengaku Bersalah Atas Pencabulan 27 Anak

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 10 Agu 2016 14:34 WIB
Mantan Pastur di Inggris Mengaku Bersalah Atas Pencabulan 27 Anak
Ilustrasi
London - Seorang bekas pastur di Inggris dijerat dakwaan pencabulan terhadap 27 anak-anak. Mantan pastur ini mengaku bersalah atas dakwaan yang dijeratkan kepadanya.

Disampaikan Kepolisian Metropolitan London, seperti dilansir Press TV, Rabu (10/8/2016), mantan pastur bernama Philip Temple telah mengaku bersalah atas dakwaan pencabulan terhadap 27 anak yang berada dalam pengasuhannya. Tindak pidana ini terjadi di London tahun 1970-an lalu.

Selain dakwaan pencabulan, Temple juga dijerat dua dakwaan memberikan sumpah palsu. Pria yang kini berusia 66 tahun ini, pernah bekerja di panti asuhan anak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Temple mengakui telah melakukan perbuatan bejat itu kepada para korban, baik perempuan maupun laki-laki, yang tinggal di rumah penampungan antara tahun 1972 hingga 1977 lalu. Saat itu, Temple bekerja di rumah penampungan yang ada di dua distrik berbeda di London, yakni Wandsworth and Lambeth.

Philip Temple (PressTV)

"Dia kemudian berganti karier menjadi seorang pastur dan melayani di Christ the King Monastery di London bagian utara, di sana dia mencabuli dua bocah altar," terang Kepolisian Metropolitan London.

Dua bocah laki-laki yang menjadi korban Temple saat menjadi pastur telah melapor kepada pihak berwenang. Temple juga telah diadili sebanyak dua kali, namun dia mengaku tidak bersalah untuk kedua kasus itu.

"Temple dipekerjakan untuk mengasuh anak-anak yang rapuh, yang kepercayaannya telah dikhianati dengan menjadikan mereka korban pencabulan," tutur salah satu inspektur Kepolisian Metropolitan London.

Temple ditangkap polisi setempat pada 6 Juli 2015 lalu. Persidangan kasusnya masih berlanjut.

(nvc/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini