Usai Hiroshima, Giliran Nagasaki Peringati 71 Tahun Tragedi Bom Atom

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 09 Agu 2016 18:33 WIB
Foto: Kyodo/via REUTERS
Nagasaki - Warga Jepang memperingati 71 tahun tragedi bom atom Nagasaki yang menewaskan puluhan ribu orang. Peringatan ini digelar selang tiga hari setelah peringatan tragedi bom atom Hiroshima.

Seperti dilansir AFP, Selasa (9/8/2016), ribuan orang hadir dalam peringatan yang digelar di Nagasaki Peace Memorial Park. Tepat pada pukul 11.02 waktu setempat, waktu yang sama saat bom atom dijatuhkan pada 9 Agustus 1945 silam, digelar mengheningkan cipta selama satu menit.

AFP PHOTO/JIJI PRESS

Peringatan ini juga dihadiri para korban selamat yang sudah lanjut usia dan keluarga korban. Sedikitnya 74 ribu orang tewas seketika akibat bom atom mematikan itu, sedangkan ribuan orang lainnya tewas beberapa bulan hingga tahun kemudian akibat berbagai penyakit yang dipicu radiasi nuklir.

Bom atom Nagasaki terjadi selang 3 hari setelah militer Amerika Serikat, saat era Perang Dunia II, menjatuhkan bom atom pertama di Hiroshima, pada 6 Agustus 1945, yang menewaskan 140 ribu orang.

Baca juga: Jepang Peringati 71 Tahun Tragedi Bom Atom Hiroshima

Dalam pidatonya, Wali Kota Nagasaki, Tomihisa Taue, memuji kunjungan bersejarah Presiden AS Barack Obama ke Hiroshima pada Mei lalu. Kunjungan itu merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah, bagi seorang presiden AS yang masih aktif menjabat.

"Mengetahui fakta-fakta itu bisa menjadi titik awal untuk berpikir soal masa depan bebas senjata nuklir," sebut Taue dalam pidatonya, sembari mengundang pemimpin dunia lainnya untuk mengunjungi Nagasaki.

AFP PHOTO/JIJI PRESS

Otoritas setempat dan para korban selamat menyerukan kritikan untuk pemerintahan Jepang. "Pemerintah Jepang, sementara menyerukan pemusnahan senjata nuklir, masih bergantung pada pertahanan nuklir," ucap Taue.

Sementara itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dalam pidatonya di Nagasaki, menyerukan pemimpin dunia untuk menghormati Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir.

"Kita tidak seharusnya mengalami pengalaman mengerikan seperti di Hiroshima dan Nagsaki seperti yang terjadi 71 tahun lalu," tegas PM Abe.

(nvc/trw)