Pejabat-pejabat Afghanistan mengatakan, kedua warga asing itu diculik di bawah todongan senjata api saat berada di dalam mobil mereka pada Minggu, 7 Agustus malam waktu setempat. Sejauh ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penculikan itu.
"Kedua profesor asing, satu warga Amerika dan lainnya warga Australia, diculik di bawah todongan senjata api oleh sebuah kelompok penculik di jalanan Dar-ul-Aman di pusat kota Kabul," ujar seorang pejabat keamanan Afghanistan seperti dikutip kantor berita AFP, Senin (8/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat lainnya mengatakan, para penculik mengenakan seragam aparat keamanan Afghan. Sopir kendaraan yang dinaiki kedua profesor itu, tidak terluka dalam insiden ini. Dia saat ini tengah diamankan polisi untuk penyelidikan.
Penculikan ini terjadi tiga hari setelah sekelompok turis asing diserang oleh militan Taliban di provinsi Herat. Tidak disebutkan berapa jumlah penculik. Namun menurut seorang pejabat negara Barat di Kabul, empat pria bersenjata terlibat dalam penculikan itu.
Departemen Luar Negeri AS menyatakan telah mendengar laporan penculikan tersebut, namun menolak berkomentar lebih lanjut. Pemerintah Australia pun menyatakan hal yang sama.
"Kami terus mengimbau warga Australia untuk tidak pergi ke Afghanistan dikarenakan situasi keamanan yang sangat berbahaya, termasuk ancaman serius penculikan," demikian statemen pemerintah Australia.
(ita/ita)











































