Ledakan bom di Quetta, ibukota provinsi Baluchistan itu juga melukai lebih dari 50 orang. Sebelumnya dilaporkan, setidaknya 10 orang tewas dalam serangan bom yang terjadi Senin (8/8) ini.
"Ada banyak yang terluka, sehingga korban jiwa masih bisa bertambah," ujar Rehmat Saleh Baloch, Menteri Kesehatan Provinsi Baluchistan seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (8/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut saksi mata, ledakan itu terjadi saat para pelayat, yang kebanyakan pengacara dan jurnalis, tengah berkumpul untuk melihat jasad Bilal Anwar Kasi, pengacara ternama, yang tewas ditembak beberapa jam sebelumnya.
Seorang jurnalis yang berada di lokasi mengatakan, lebih dari 50 orang pelayat tengah berada di lokasi saat bom meledak. Tayangan televisi di lokasi kejadian menunjukkan kekacauan dalam insiden itu. Tampak para pelayat berlarian panik seiring asap dan serpihan memenuhi koridor unit gawat darurat, tempat para pelayat berkumpul.
Belum diketahui motif peledakan ini. Sejauh ini belum ada pihak atau kelompok yang mengklaim mendalangi ledakan bom. Namun Quetta telah lama menjadi salah satu basis kelompok militan Taliban. (ita/ita)










































