Kaisar Jepang Akui Khawatir Soal Usianya, Tersirat Niat Turun Tahta

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Agu 2016 15:24 WIB
Kaisar Akihito saat memberi pernyataan langka kepada publik Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Kaisar Akihito saat memberi pernyataan langka kepada publik Jepang (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Tokyo - Kaisar Jepang, Akihito, memberikan pernyataan langka kepada publik melalui video. Akihito yang kini berusia 82 tahun, membahas kekhawatiran soal usianya yang semakin membuatnya sulit menjalankan tugas.

Dalam pernyataannya yang disiarkan televisi nasional di Jepang, seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2016), Akihito menyebut ada batasan yang mengurangi tugas kekaisaran sebagai 'simbol negara', status yang diberikan kepada Kaisar Jepang di bawah konstitusi pascaperang Jepang.

Bulan lalu, televisi nasional Jepang NHK melaporkan, Akihito berencana turun tahta dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini usai Akihito menjalani operasi jantung dan menjalani perawatan medis atas kanker prostat yang dideritanya. Turun tahta menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jepang.

Seorang kaisar disebut dalam Konstitusi Jepang sebagai simbol negara dan persatuan rakyat, dan tidak memiliki kekuatan politik. Akihito tidak secara terang-terangan mengutarakan niatnya untuk turun tahta, namun pernyataannya mengesankan demikian.

"Ketika saya mempertimbangkan level kebugaran saya yang berangsur menurun, saya khawatir akan menjadi sulit bagi saya untuk menjalankan tugas saya, sebagai simbol negara dengan seutuhnya, seperti yang saya lakukan hingga saat ini," ucap Akihito dalam pernyataannya.

Baca juga: Berusia 82 Tahun, Kaisar Jepang Akihito Berencana Turun Tahta

Para pakar di Jepang menilai, Akihito meyakini bahwa penampilan prima seorang kaisar, tak terpisahkan dengan perannya sesuai konstitusi. Polling yang digelar di Jepang beberapa waktu terakhir, menunjukkan mayoritas warga Jepang bersimpati pada keinginan Akihito untuk pensiun, namun tentu akan membutuhkan perubahan aturan hukum.

Beberapa waktu terakhir, Akihito sudah tidak lagi menjalankan tugas resmi dan digantikan sementara oleh putranya, Pangeran Mahkota Naruhito yang kini berusia 56 tahun. Akihito menyebut, ada batasan bagi dirinya dan mengaku ragu apakah akan pantas untuk menggunakan sistem masa kini demi mengizinkan Naruhito mengambil alih tugas, jika ayahnya tidak lagi mampu bertugas.

"Bahkan dalam kasus semacam itu, bagaimanapun juga, tidak akan mengubah fakta bahwa kaisar akan terus menjadi kaisar hingga akhir hidupnya, meskipun dia tidak mampu secara penuh menjalankan tugas sebagai kaisar," cetus Akihitio dalam pernyataannya.

Putra Akihito, Naruhito, hanya memiliki satu anak perempuan. Dengan aturan hanya laki-laki yang bisa mewarisi tahta, maka tahta dari Naruhito nantinya akan dilanjutkan oleh saudara laki-lakinya, Pangeran Akishino. Pernyataan via video ini tergolong langka, karena sebelumnya baru sekali Akihito memberikan pernyataan via video yakni usai gempa bumi dan tsunami mematikan di Jepang pada Maret 2011 lalu.

(nvc/ita)