Dilaporkan media lokal, VRT, seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2016), penangkapan di Liege ini berawal saat polisi menerima laporan warga setempat soal keberadaan pria bergolok pada Minggu (7/8) pagi waktu setempat.
Kepolisian setempat memblokir area di Liege, sebelum menangkap pria bergolok itu. Tidak disebut identitas pria itu, namun laporan menyebut, pria yang ditangkap merupakan keturunan Turki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak ada korban luka dalam insiden di Liege ini. Kepolisian menyebut, pria itu menggunakan golok yang dibawanya dan tidak dikenal oleh kepolisian setempat.
Penangkapan ini terjadi di tengah peningkatan pengamanan diberlakukan di Belgia, usai serangan golok di Charleroi pada Sabtu (6/8). Dalam serangan di Charleroi, dua polwan diserang dengan golok di luar kantor polisi setempat.
Kedua polwan itu mengalami luka parah, namun kini dilaporkan sudah lolos dari bahaya. Sedangkan pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial KB, tewas usai ditembak polisi. Pelaku yang berasal dari Aljazair ini diketahui sudah 4 tahun tinggal secara ilegal di Belgia.
Baca juga: Pria Bergolok yang Serang 2 Polwan Belgia Berasal dari Aljazair
Belgia hingga kini masih dalam kondisi siaga usai serangkaian serangan teror mengguncang wilayahnya. Salah satunya pada Maret lalu, ketika tiga pengebom bunuh diri beraksi di bandara dan stasiun kereta bawah tanah Brussels, hingga menewaskan total 32 orang.
Tidak hanya itu, sebagian besar pelaku serangan teror di Paris, Prancis pada November 2015 lalu yang merenggut 130 nyawa, diketahui berasal dari Belgia. Belgia yang menjadi markas besar Uni Eropa dan NATO ini, tengah berada dalam kondisi siaga terhadap potensi ancaman teror.
(nvc/ita)










































