Seperti dilansir Reuters, Senin (8/8/2016), jaksa Belgia mengidentifikasi pelaku dengan inisial KB yang merupakan warga negara Aljazair berusia 33 tahun. KB yang tidak disebut nama lengkapnya, dilaporkan telah tinggal di Belgia sejak tahun 2012 lalu.
Baca juga: Serang 2 Polwan Belgia dengan Golok, Seorang Pria Ditembak Mati
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam serangan pada Sabtu (6/8) waktu setempat, KB yang meneriakkan 'Allahu Akbar' saat beraksi, terkena tembakan polisi dan akhirnya tewas akibat luka-luka yang dideritanya. KB membawa tas ransel saat kejadian, namun tidak ditemukan peledak maupun senjata lainnya di dalamnya.
Lokasi penyerangan dua polwan Belgia (REUTERS/Francois Lenoir) |
"Pelaku dikenal oleh polisi karena terlibat tindak kriminal, bukan terorisme," demikian pernyataan jaksa Belgia, tanpa menjelaskan lebih lanjut soal catatan kriminal pelaku.
Kendati demikian, otoritas Belgia mengakui adanya indikasi motif terorisme dalam serangan ini. Usai pernyataan otoritas Belgia, militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), melalui corong media mereka, Amaq, mengklaim bertanggung jawab atas insiden ini dan menyebut pelaku sebagai 'prajurit ISIS'.
Baca juga: ISIS Klaim Dalangi Serangan Golok terhadap 2 Polisi Wanita Belgia
Akibat serangan ini, kedua polwan mengalami luka serius. Seperti dilaporkan media Inggris, The Guardian, salah satu polwan mengalami luka-luka di bagian wajah dan masih harus menjalani perawatan di rumah sakit setempat. Sedangkan polwan kedua mengalami luka yang tidak separah polwan pertama.
Polisi Belgia bersiaga di dekat lokasi penyerangan dua polwan (REUTERS/Francois Lenoir) |
(nvc/ita)












































Lokasi penyerangan dua polwan Belgia (REUTERS/Francois Lenoir)
Polisi Belgia bersiaga di dekat lokasi penyerangan dua polwan (REUTERS/Francois Lenoir)