Kota Melbourne sangat tertata rapi. Lanskap kota ditata dengan perhitungan presisi namun tak meninggalkan nuansa artistiknya.
Pola pembangunan di Melbourne pun begitu memperhatikan lingkungan. Komposisi bangunan harus seimbang dengan ruang terbuka hijau bagi warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Royal Botanic Garden berada di Birdwood Avenue, Melbourne. Lokasinya tak jauh dari pusat kota Melbourne, hanya 10 menit perjalanan menggunakan trem.
Royal Botanic Garden di Melbourne, kebun raya di tengah hiruk pikuk kota Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
detikcom dan 2 media lain yang difasilitasi Australia Plus ABC International mendatangi Royal Botanic Garden pada Juni 2016 lalu. Saat memasuki gerbang utama, suasana sejuk sudah menyambut. Warna hijau dedaunan dan rerumputan membentang di lahan seluas 38 hektar.
Suasana sunyi seketika terasa saat memasuki kebun. Suara percikan air dan nyanyian burung sesekali terdengar di berbagai sudut kebun.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Kebun itu berdiri sejak tahun 1846, kala Victoria masih menjadi pusat pertambangan emas. Hingga saat ini, tak kurang dari 10 ribu spesies tumbuhan hidup di Royal Botanic Garden.
Tumbuhan dari berbagai negara hidup di kebun ini. Pengelola memang sengaja menghadirkan tumbuhan dari seluruh penjuru dunia di Royal Botanic Garden.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
"Kami memiliki koleksi lebih dari 10 ribu spesies tumbuhan dari seluruh dunia. Jumlah pengunjung setiap tahunnya lebih dari 1 juta orang," kata Director and Chief Executive Royal Botanic Garden Victoria, Profesor Tim Entwise.
Pohon-pohon di kebun ini ditanam dengan cara dikelompokkan berdasarkan asal daerahnya. Bahkan ada sudut khusus untuk kaktus yang banyak tumbuh di daerah gurun. Selain itu, ada pula taman khusus rempah dan tanaman obat-obatan.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Melbourne yang beriklim subtropis dan memiliki 4 musim membuat pengelola harus memberikan perlakuan perawatan yang berbeda untuk beberapa tumbuhan. Bahkan, ada beberapa tumbuhan yang tidak bisa hidup di suhu luar, sehingga harus dibuatkan rumah khusus.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
"Tumbuhan dari Asia harus berada di dalam ruangan, karena mereka tidak bisa hidup di iklim Melbourne. Sehingga, tumbuhan-tumbuhan dari Asia, terutama wilayah Asean harus ditanam di dalam rumah kaca ini," jelas Tim.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Di dalam kebun juga terdapat hutan mini. Pengunjung akan merasa seperti di dalam hutan belantara karena suasana persis seperti hutan tropis dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi dan udara yang lembab.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Di beberapa sudut kebun, terdapat kursi-kursi yang diperuntukkan untuk pengunjung agar bisa menikmati suasana damai di dalam kebun. Duduk sambil memandangi sibuknya Kota Melbourne memberikan kedamaian tersendiri. Seolah melihat dua sisi kehidupan, saat orang-orang di pusat kota Melbourne tengah sibuk dengan berbagai aktivitasnya, dan kita sedang duduk menikmati kedamaian dan suasana asri di Royal Botanic Garden.
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Sebuah herbarium juga berdiri di kebun ini. Herbarium yang berdiri sejak tahun 1853 sudah memiliki lebih dari 1,2 juta spesimen hingga saat ini. Herbarium ini diperuntukkan khusus bagi pengembangan pengetahuan tentang tumbuhan.
Baca terus fokus "Jelajah Australia 2016" dan ikuti Hidden Quiz-nya!
(Hbb/nwk)












































Royal Botanic Garden di Melbourne, kebun raya di tengah hiruk pikuk kota Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
(Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)