Blokir Jalan ke Bandara London, 10 Demonstran Black Lives Matter Ditangkap

Blokir Jalan ke Bandara London, 10 Demonstran Black Lives Matter Ditangkap

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 05 Agu 2016 19:26 WIB
Blokir Jalan ke Bandara London, 10 Demonstran Black Lives Matter Ditangkap
Demonstran Black Lives Matter blokir jalan ke Bandara Heathrow London (Twitter/Black Lives Matter UK)
London - Demonstran dari gerakan 'Black Lives Matter' memblokir jalan utama menuju Bandara Heathrow, London, Inggris. Sekitar 10 demonstran ditangkap oleh kepolisian setempat, dalam aksi itu.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/8/2016), empat orang telah berada di penahanan kepolisian setempat. Sedangkan enam orang lainnya dibubarkan setelah 'mengunci' diri mereka di sepanjang lima lajur jalanan yang mengarah ke Bandara Heathrow.

Orang-orang itu saling mengunci tangan mereka menjadi satu dan berbaring di jalanan, seperti membentuk pagar betis. Aksi ini memicu kemacetan lalu lintas di ruas jalan yang menghubungkan London dengan salah satu bandara tersibuk di Eropa tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satu ruas jalanan menuju bandara masih tetap ditutup hingga Jumat (5/8) siang. Sedangkan ruas jalan lainnya menuju bandara telah dibuka dan beroperasi normal kembali.

Demonstran Black Lives Matter blokir jalan ke Bandara Heathrow London (Twitter/Wail Qasim)

Gerakan 'Black Lives Matter' berawal di Amerika Serikat, sebagai reaksi atas berbagai penembakan fatal yang menewaskan warga kulit hitam oleh polisi kulit putih. Cabang gerakan ini di Inggris, bertujuan memprotes banyaknya kematian warga kulit hitam di dalam penahanan kepolisian Inggris.

"Terjebak kemacetan sangat mengganggu. Namun disangkal keadilannya selama beberapa dekade merupakan krisis," demikian pernyataan gerakan Black Lives Matter UK dalam Twitter-nya.

Unjuk rasa dari gerakan yang sama juga digelar di Birmingham, Manchester dan Nottingham pada Jumat (5/8) waktu setempat. Aksi protes ini dalam rangka memperingati kematian pria kulit hitam, Mark Duggan, yang tewas ditembak polisi Inggris sekitar 5 tahun lalu, yang kemudian memicu kerusuhan selama beberapa hari.

(nvc/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads