Dianggap Dukung Kejahatan Perang, Menhan Baru Jepang Tuai Kontroversi

Rina Atriana - detikNews
Jumat, 05 Agu 2016 04:55 WIB
Menteri Pertahanan Jepang Tomomi Inada (Dok. ABC News)
Tokyo - Menteri Pertahanan baru Jepang, Tomomi Inada, menuai kontroversi di hari-hari pertama menjabat. Hal tersebut lantaran perempuan berkacamata itu rajin mengunjungi Kuil Yasukuni yang terletak di Tokyo.

Dikutip dari ABC News, Jumat (5/8/2016), Kuil Yasukuni merupakan kuil yang dibangun Jepang untuk mengenang tentara dan semua pihak yang dianggap berjasa terhadap kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II (PD II).

Inada yang dikenal dengan kebiasaannya mengunjungi Kuil Yasukuni dianggap akan menuai kontroversi dari China dan Korea Selatan. Kunjungan para pejabat tinggi Jepang kerap dipandang sebagai tindakan mendukung kejahatan perang oleh China maupun Korea Selatan.

Inada baru saja mulai menjabat pada Rabu (3/8), dalam konferensi pers Kamis (4/8) waktu setempat, Inada mengelak untuk menjawab pertanyaan mengenai masa perang. Ia ditanya berulang kali mengenai apakah aksi Jepang di PD II sebagai tindakan membela diri atau sebuah agresi militer.

"Saya tidak dalam posisi mengungkapkan pendapat pribadi saya di sini," tutur Inada seperti dikutip The Japan Times.

Inada menyebut, hanya Perdana Menteri Shinzo Abe dan Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga yang dapat secara resmi menyatakan pandangan pemerintah.

Komentar Inada sebelumnya yang menyatakan tindakan Jepang selama perang 'bergantung sudut pandang' telah memicu kemarahan dari Korea Selatan dan China.

Selain itu, baik Inada maupun Shinzo Abe telah menyatakan niatnya untuk merevisi konstitusi Jepang. Hal tersebut bertujuan untuk memperkuat militer negara yang memiliki 4 pulau besar tersebut.

(rna/kha)