Footscray Market menjadi salah satu pilihan utama bagi warga imigran di Melbourne untuk berbelanja. Bak dunia mini, kita bisa mendapati warga Melbourne dari berbagai latar belakang mulai Asia, Timur Tengah hingga Afrika berlalu lalang di sini. Aneka bumbu masakan Asia dan Timur Tengah juga dengan mudah dijumpai di sini.
Food court yang menjual masakan Asia, Timur Tengah hingga Afrika di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar ini resmi berdiri pada 30 Oktober 1969. Kala itu, pemerintah negara bagian Victoria sudah mulai kewalahan karena pasar di pusat kota Melbourne sudah penuh sesak, sehingga diputuskan untuk membangun pasar baru di sub urban yang tak jauh dari kota.
Di Footscray Market, ada lebih dari 200 pedagang. Berbagai barang dijual di pasar ini, mulai dari makanan, baju, hingga kebutuhan hidup lainnya.
detikcom dan 2 media lain yang difasilitasi Australia Plus ABC International mendatangi Footscray Market beberapa waktu yang lalu. Ditemani seorang guide dari kantor pemerintahan Victoria, kami berkeliling pasar yang berdiri di seberang Stasiun Footscray itu.
Pasar ini dibagi menjadi tujuh bagian. Di bagian pertama, saat pengunjung masuk langsung akan berdiri toko-toko yang menjual daging. Aneka daging segar tersedia di tempat ini, bahkan pedagang juga menyediakan daging halal untuk warga yang beragama muslim.
Aneka daging unggas di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Di sebelah bagian daging, berjejer penjual yang menjajakan hasil laut. Nah, di bagian ini pengunjung dilarang keras menyentuh ikan yang dijual. Para pedagang tidak segan memarahi pengunjung yang menyentuh dagangannya.
Awas! Jangan sentuh produk hasil laut di Footscray Market, bisa-bisa dimarahi sang penjual! (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
"Pengunjung sama sekali dilarang menyentuh ikan yang dijual, hal tersebut agar kualitas produk tetap terjaga. Karena semua yang dijual benar-benar masih segar. Anda bisa lihat sendiri bagaimana segarnya ikan-ikan di sini," kata Susie Wickes, pemandu dari kantor pemerintah negara bagian Victoria.
Di salah satu toko seafood, ada hal yang sangat unik. Bila suara musik terdengar kencang, maka tandanya toko itu sedang memasang diskon besar-besaran. Pengunjung pun langsung berlari menuju toko itu ketika mendengar musik.
Ada toko hasil laut yang memutar musik kencang-kencang sebagai pertanda "sedang ada diskon" (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Berjalan beberapa langkah dari jejeran penjual ikan, pengunjung memasuki wilayah pedagang yang menjajakan kacang dan bumbu-bumbu. Berbagai bumbu, terutama yang biasa digunakan untuk makanan Asia dan Afrika tersedia di pasar ini.
Aneka produk biji-bijian di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Di dekat bagian kacang dan bumbu, ada juga pedagang yang menjual baju. Setelah itu ada pula toko yang menyediakan alat-alat elektronik dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Sayur segar berada di bagian ujung. Puluhan pedagang yang menjajakkan aneka sayur segar berada di sini. Kualitas sayur pun terjamin dan harga yang ditawarkan pun berselisih jauh dengan sayur yang dijual di supermarket.
Footscray Market di Melbourne menjual aneka sayuran segar (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Sedangkan buah-buahan segar dijual di bagian luar gedung pasar. Berbagai jenis buah-buahan segar tersedia. Uniknya, para pedagang menyediakan buah gratis untuk dicicipi para pengunjung.
Footscray Market di Melbourne menjual aneka sayuran segar (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
"Cobalah buah ini, saya tidak akan memaksa Anda untuk membeli," ujar seorang pedagang.
Di bagian lainnya, pedagang yang menjajakan biji kopi berjejer. Biji kopi hitam dari seluruh dunia tersedia di pasar ini.
Aneka biji kopi panggang siap giling dari berbagai negara di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Uniknya, sebagian besar pengunjung Footscray Market adalah imigran. Sebagian besar imigran dari Asia dan Afrika.
"Suburb Footscray memang daerah yang menjadi tempat tinggal warga imigran dari Asia dan Afrika, tapi lihatlah kami bisa hidup berdampingan tanpa adanya kasus rasial di sini," jelas Susie.
Food court yang berada di dalam pasar memang sebagian besar menjajakan makanan dari Asia dan Afrika. Pedagang-pedagangnya sebagian berasal dari Vietnam.
Baik penjual dan pembeli di Footscray Market sangat multikultur. Mereka berasal dari Asia, Timur Tengah hingga Afrika (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom) |
Footscray Market kondisinya sangat bersih dan teratur. Meski sangat banyak warga yang datang, namun berbelanja di tempat ini tetap sangat nyaman.
Baca terus fokus "Jelajah Australia 2016" dan ikuti Hidden Quiz-nya! (Hbb/nwk)












































Food court yang menjual masakan Asia, Timur Tengah hingga Afrika di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Aneka daging unggas di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Awas! Jangan sentuh produk hasil laut di Footscray Market, bisa-bisa dimarahi sang penjual! (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Ada toko hasil laut yang memutar musik kencang-kencang sebagai pertanda "sedang ada diskon" (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Aneka produk biji-bijian di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Footscray Market di Melbourne menjual aneka sayuran segar (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Footscray Market di Melbourne menjual aneka sayuran segar (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Aneka biji kopi panggang siap giling dari berbagai negara di Footscray Market Melbourne (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)
Baik penjual dan pembeli di Footscray Market sangat multikultur. Mereka berasal dari Asia, Timur Tengah hingga Afrika (Foto: Ikhwanul Khabibi/detikcom)