Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Mendarat di Perairan Jepang

Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Mendarat di Perairan Jepang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 03 Agu 2016 10:43 WIB
Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik, Mendarat di Perairan Jepang
Ilustrasi (Foto: REUTERS/farsnews.com/Handout via Reuters)
Pyongyang, - Korea Utara (Korut) kembali meluncurkan rudal balistik yang mendarat di dekat perairan Jepang. Ini merupakan peluncuran terbaru yang dilakukan negeri komunis itu sebagai pelanggaran atas resolusi Dewan Keamanan PBB.

Menurut seorang pejabat pertahanan Jepang seperti dilansir kantor berita Reuters, Rabu (3/8/2016), bagian utama rudal mendarat di zona pengecualian ekonomi Jepang. Ini merupakan yang pertama kalinya rudal Korut jatuh di dekat wilayah perairan Jepang. Hal ini meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut menyusul serangkaian rudal yang telah diluncurkan Korut sebelumnya, meski telah berulang kali dikecam dunia internasional.

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe menyebut peluncuran rudal Korut itu sebagai "ancaman besar" bagi Jepang dan menyatakan pemerintahnya memprotes keras peluncuran itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut kantor Kepala Staf Gabungan Korea Selatan (Korsel), rudal itu mendarat di Laut Jepang pada Rabu sekitar pukul 07.50 waktu setempat. "Ini (peluncuran) menunjukkan ambisi Korut untuk secara langsung dan luas menyerang negara-negara tetangga dan menargetkan beberapa tempat di Republik Korea seperti pelabuhan dan lapangan udara," demikian statemen kantor Kepala Staf Gabungan Korsel.

Disebutkan bahwa rudal yang diluncurkan tampaknya merupakan jenis rudal jarak menengah, Rodong yang meluncur sejauh sekitar 1.000 kilometer. Disebutkan bahwa hanya ada satu rudal yang diluncurkan kali ini. Namun Komando Strategis Amerika Serikat menyatakan, pihaknya mendeteksi dua rudal, yang salah satunya meledak tak lama setelah diluncurkan.

Sebelumnya pada 19 Juli, Korut menembakkan tiga rudal balistik yang meluncur antara 500 dan 600 kilometer ke lautan di lepas pantai timur Korut. Pemerintah Korut kemudian menyatakan, peluncuran rudal itu sebagai bagian dari latihan simulasi serangan pendahuluan terhadap pelabuhan-pelabuhan dan lapangan udara Korsel yang digunakan oleh militer Amerika Serikat. (ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini