"Saya berjanji hari ini, bahwa nanti saat hari pemilihan umum, 8 November, saya akan membawa sedikitnya 10 warga ke tempat pemungutan suara, yang mengalami kesulitan untuk pergi ke sana," sebut Buffett saat mendampingi Hillary kampanye di Omaha, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/7/2016).
Buffett mengaku sebenarnya ingin memberi kejutan kepada Hillary soal targetnya ini. Namun akhirnya dia memutuskan untuk mengumumkan 'sedikit informasi' soal target itu di hadapan Hillary dan pendukungnya. Buffett berbicara selama 30 menit di hadapan ribuan pendukung Hillary yang berkumpul di salah satu sekolah menengah di pinggiran Omaha. Hillary duduk di sebelah Buffett ketika dia berbicara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buffett menyatakan dirinya mendukung situs bernama Drive2Vote, yang akan mengkoordinasi transportasi bagi setiap warga yang akan menggunakan hak suaranya. Dia juga menyebut dirinya telah memesan sebuah bus yang mampu menampung 32 orang untuk tujuan yang sama.
"Saya akan ada di dalamnya sepanjang hari. Saya akan melakukan selfie, apapun itu yang dibutuhkan," ucap Buffett.
Dalam pernyataannya, Buffett mengaku tujuannya adalah memberikan jumlah pemilih tertinggi di distrik-distrik kongres yang ada di AS, termasuk Omaha yang ada di negara bagian Nebraska. Buffett yang perusahaan investasinya, Berkshire Hathaway, berbasis di Omaha, menekankan bahwa tingginya jumlah pemilih akan memberikan kekuatan kepada warga Omaha untuk mempengaruhi hasil pemilihan.
Baca juga: Hillary Clinton Sebut Donald Trump Ingin Memisahkan AS dari Dunia
Hillary menanggapi janji Buffett dengan janji lain dari dirinya, jika target itu terpenuhi nantinya. "Warren dan saya akan menari di jalanan Omaha bersama! Mungkin jika kita beruntung, dia (Warren) akan mengenakan konstum Elvis-nya lagi!" ucap Hillary dengan sedikit candaan.
Buffett merupakan salah satu dari sejumlah konglomerat AS yang mendukung Hillary sebagai capres. Selain Buffett, ada pemilik tim basket NBA Dallas Mavericks Mark Cuban, serta miliarder yang juga mantan Wali Kota New York Michael Bloomberg.
Beberapa waktu lalu, Bloomberg secara mengejutkan menyatakan dukungan pada Hillary. Dukungan Bloomberg itu mengejutkan karena selama ini dia dikenal sebagai politikus independen yang tidak terikat pada partai manapun.
Hillary Clinton dan Warren Buffett (REUTERS/Dave Kaup) |
(nvc/ita)












































Hillary Clinton dan Warren Buffett (REUTERS/Dave Kaup)