Kabar pemecatan penasihat senior ini pertama kali disampaikan oleh dua sumber yang dekat dengan tim kampanye Trump, seperti dilansir Reuters, Selasa (2/8/2016). Namun kedua sumber itu kompak tidak menyebut alasan pemecatan Brookover.
Baca juga: Tampilkan Foto Bugil Melania Trump, New York Post Dikecam Publik
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim kampanye sudah berpisah dengan Ed, tapi kami berterima kasih kepadanya atas setiap kontribusi yang diberikannya dan mengapresiasi dukungannya," demikian pernyataan tim kampanye Trump.
Belum ada komentar dari Brookover atas pemecatannnya ini. Brookover yang bergabung dengan tim kampanye Trump sejak Maret lalu, resmi ditunjuk menjadi penghubung antara tim kampanye Trump dengan Komisi Nasional Partai Republik pada Juni.
Baca juga: Hillary Clinton Tuding Trump Kambing Hitamkan Orangtua Tentara Muslim AS
Sebelum bergabung dengan tim kampanye Trump, Brookover menjabat manajer kampanye Ben Carson, rival Trump dalam pencapresan Partai Republik.
Sementara itu, Trump telah beberapa kali memecat sosok yang berjasa dalam tim kampanyenya. Pada Mei lalu, Trump memecat Direktur Politik Nasional pada tim kampanyenya, Rick Wiley. Wiley dipecat karena caranya menangani penggalangan dana dengan Komisi Nasional Partai Republik, yang dianggap tidak mumpuni.
Kemudian pada Juni, Trump memecat manajer kampanyenya, Corey Lewandowski, yang setia mendampinginya. Lewandowski membantu Trump memenangkan pemilihan awal Partai Republik. Pemecatan ini dipicu oleh perbedaan pendapat antara Lewandowski dengan penasihat Trump lainnya soal strategi pilpres. Beberapa staf Trump memandang Lewandowski menantang perubahan strategi kampanye untuk Trump.
Baca juga: Ejekan Donald Trump untuk Orangtua Tentara AS Dikritik Partai Republik
Pemecatan ini terjadi di tengah maraknya kritikan terhadap Trump yang dianggap tidak menghormati orangtua tentara muslim AS yang gugur dalam perang. Dipicu oleh pernyataan orangtua tentara muslim AS yang menyebut Trump tidak pernah berkorban apapun untuk negaranya, Trump merasa diserang dan menyerang balik. Pernyataan keras Trump untuk orangtua tentara muslim AS itu malah memicu kritikan dari partainya sendiri, Partai Republik.
(nvc/ita)











































